Dikasih Lihat Foto Sekolah Putri Dibom AS, Trump Ngeles Bilang AI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Lebih dari 4 bulan pasca serangan udara AS yang menewaskan lebih dari 120 anak di Sekolah Putri Shajareh Tayyebeh, Iran, bukti keterlibatan militer AS semakin menguat. Analisis Sky News dan Forensic Architecture yang merekonstruksi lokasi dalam model 3D memastikan bangunan tersebut telah berfungsi sebagai sekolah selama bertahun-tahun, menepis klaim data intelijen usang. Serpihan rudal Tomahawk AS ditemukan di lokasi, didukung bocoran penilaian analis militer yang mengarah pada tanggung jawab Pentagon.
Dalam wawancara dengan Fox News, Presiden Donald Trump meragukan keaslian bukti visual serpihan rudal tersebut, menyebut gambar bisa saja dibuat oleh kecerdasan buatan (AI). Ia menghindari pernyataan tegas dan menyatakan tidak akan ada kesimpulan mutlak atas insiden tersebut. Pernyataan ini dinilai sebagai contoh bagaimana teknologi AI kini dimanfaatkan untuk meragukan bukti nyata pelanggaran.
Amnesty International mendesak transparansi penuh, dengan direktur hubungan pemerintahnya Amanda Klasing menegaskan bahwa keluarga korban berhak atas kejelasan, pertanggungjawaban, dan keadilan. Organisasi tersebut mencatat bahwa militer AS bertanggung jawab atas kematian lebih dari 150 orang dalam serangan rudal ke sekolah penuh anak-anak, sementara Pentagon menghalangi penyelidikan anggota parlemen.
Bagikan
Berita terkait
KemenHAM Godok Rancangan Perpres Penilaian Kepatuhan Pelaku Usaha pada Bisnis & HAM
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 01.47
Negara-negara Arab Marah dan Pertanyakan Jaminan Keamanan AS
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 16.29
Era Digital Bawa Ancaman HAM hingga Kekerasan Berbasis Gender
JawaPos · 16 Agustus 2026 pukul 15.15
Pengguna Gemini Sudah Bisa Hapus Watermark, Begini Caranya
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 14.21