Dikasih Lihat Foto Sekolah Putri Dibom AS, Trump Ngeles Bilang AI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Lebih dari 4 bulan pasca serangan udara AS yang menewaskan lebih dari 120 anak di Sekolah Putri Shajareh Tayyebeh, Iran, bukti keterlibatan militer AS semakin menguat. Analisis Sky News dan Forensic Architecture yang merekonstruksi lokasi dalam model 3D memastikan bangunan tersebut telah berfungsi sebagai sekolah selama bertahun-tahun, menepis klaim data intelijen usang. Serpihan rudal Tomahawk AS ditemukan di lokasi, didukung bocoran penilaian analis militer yang mengarah pada tanggung jawab Pentagon.
Dalam wawancara dengan Fox News, Presiden Donald Trump meragukan keaslian bukti visual serpihan rudal tersebut, menyebut gambar bisa saja dibuat oleh kecerdasan buatan (AI). Ia menghindari pernyataan tegas dan menyatakan tidak akan ada kesimpulan mutlak atas insiden tersebut. Pernyataan ini dinilai sebagai contoh bagaimana teknologi AI kini dimanfaatkan untuk meragukan bukti nyata pelanggaran.
Amnesty International mendesak transparansi penuh, dengan direktur hubungan pemerintahnya Amanda Klasing menegaskan bahwa keluarga korban berhak atas kejelasan, pertanggungjawaban, dan keadilan. Organisasi tersebut mencatat bahwa militer AS bertanggung jawab atas kematian lebih dari 150 orang dalam serangan rudal ke sekolah penuh anak-anak, sementara Pentagon menghalangi penyelidikan anggota parlemen.
Bagikan
Berita terkait
Agen AI Kembali Bertindak di Luar Instruksi, OpenAI Hentikan Pelatihan Model Terbaru
JawaPos · 28 September 2026 pukul 22.15
Di Hadapan Guru TK, Mohamad Toha Tekankan Pentingnya Tanamkan Adab bagi Anak Sejak Dini
JPNN.com · 28 September 2026 pukul 09.25
Komisi I DPR Tolak Narasi Bias PM Kepulauan Solomon Terkait Papua di Forum PBB
JPNN.com · 27 September 2026 pukul 17.01
Ketua BKSAP DPR Kecam Pengangkatan Isu West Papua dalam Sidang Umum PBB
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 14.09