Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Donald Trump Klaim Bulan Milik Amerika!

Presiden Donald Trump mengklaim Bulan milik Amerika Serikat dalam postingan di Truth Social-nya. Klaim ini bertentangan dengan Traktat Antariksa yang ditandatangani pada 1967 oleh 111 negara, termasuk AS. Traktat tersebut secara eksplisit melarang klaim kepemilikan atas wilayah angkasa, termasuk Bulan, Mars, atau objek lain di luar Bumi. Menurut Michelle Hanlon dari Research Counsel, prinsip utama traktat adalah antariksa untuk kepentungan bersama, sehingga tidak ada negara yang berhak mengklaim kepemilikan. Namun, situasi menjadi kompleks terkait pembangunan fisik seperti stasiun penelitian atau hotel di Bulan, karena traktat belum memberikan mekanisme otoritas yang jelas untuk hal-hal komersial. Analis industri antariksa Peter Hague menyatakan bahwa Traktat Antariksa pada dasarnya hanyalah 'kedok semata' karena tidak ada negara penandatangan utama yang mematuhi sepenuhnya, terutama terkait larangan klaim wilayah dan aktivitas militer. Hague juga menegaskan bahwa hukum internasional hanya efektif jika diterapkan oleh kekuatan dominan. Meskipun AS berkomitmen pada traktat, Trump sebelumnya juga pernah mengusulkan perubahan nama geografis seperti Teluk Meksiko dan Danau Ontario, menunjukkan pola sikap nasionalis yang konsisten.

Berita terkait