Donald Trump Klaim Bulan Milik Amerika!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Donald Trump mengklaim Bulan milik Amerika Serikat dalam postingan di Truth Social-nya. Klaim ini bertentangan dengan Traktat Antariksa yang ditandatangani pada 1967 oleh 111 negara, termasuk AS. Traktat tersebut secara eksplisit melarang klaim kepemilikan atas wilayah angkasa, termasuk Bulan, Mars, atau objek lain di luar Bumi. Menurut Michelle Hanlon dari Research Counsel, prinsip utama traktat adalah antariksa untuk kepentungan bersama, sehingga tidak ada negara yang berhak mengklaim kepemilikan. Namun, situasi menjadi kompleks terkait pembangunan fisik seperti stasiun penelitian atau hotel di Bulan, karena traktat belum memberikan mekanisme otoritas yang jelas untuk hal-hal komersial. Analis industri antariksa Peter Hague menyatakan bahwa Traktat Antariksa pada dasarnya hanyalah 'kedok semata' karena tidak ada negara penandatangan utama yang mematuhi sepenuhnya, terutama terkait larangan klaim wilayah dan aktivitas militer. Hague juga menegaskan bahwa hukum internasional hanya efektif jika diterapkan oleh kekuatan dominan. Meskipun AS berkomitmen pada traktat, Trump sebelumnya juga pernah mengusulkan perubahan nama geografis seperti Teluk Meksiko dan Danau Ontario, menunjukkan pola sikap nasionalis yang konsisten.
Bagikan
Berita terkait
Chrome Percepat Jadwal Rilis Jadi Dua Minggu, Google Soroti Keamanan di Era AI
JawaPos · 9 September 2026 pukul 23.00
Asus TUF Gaming 16 Janjikan Performa Kencang dan Pendingin Ekstra Senyap
Liputan6.com · 9 September 2026 pukul 23.00
Tecno Megapad 2 dan SE 2 Rilis di RI, Harga Rp 3 Jutaan
Detik.com · 9 September 2026 pukul 23.00
ASUS TUF Gaming 16 Resmi Hadir di Indonesia, Bawa RTX 50 Series dan Bisa Di-upgrade hingga 64GB
JawaPos · 9 September 2026 pukul 22.45