Dua Mumi Alami di Chili Simpan Jejak Virus Cacar Kuno
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dua mumi alami ditemukan di Chili utara, berasal dari awal masa kolonial Spanyol di komunitas Inca. Kedua mumi adalah seorang perempuan berusia 30-35 tahun dan laki-laki berusia 18-20 tahun, dimumikan secara alami tanpa pengawetan kimiawi dan dikubur dengan bungkusan serta barang-barang kubur.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science mengungkapkan jejak DNA virus cacar pada kedua mumi, merupakan bukti molekuler langsung pertama tentang penyakit ini di Amerika. Virus cacar diperkenalkan oleh penjajah Spanyol pada abad ke-16, menewaskan hingga 90 persen penduduk asli dan membantu penaklukan kekaisaran seperti Inca. Cacar menyebabkan dampak fisik dan psikologis parah, dengan DNA virus pada mumi menunjukkan infeksi dari wabah yang sama.
Penemuan ini memperkaya pemahaman tentang evolusi virus cacar sebelum eradikasi global pada 1980 oleh WHO. Studi menekankan nilai mumifikasi alami dalam mempertahankan materi genetik untuk riset sejarah penyakit menular yang mematikan.
Bagikan
Berita terkait
Serentak di 38 Daerah, Siswa Jatim Belajar Langsung dari Veteran
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 22.45
Waka Badan Sosialisasi MPR Bicara Sejarah Perumusan Pancasila
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 20.53
Fadli Zon Jelaskan Rekaman Proklamasi Sukarno Direkam Tahun 1951: Bukan Hari H
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 18.07
Jalan Santai Berujung Jackpot Harta Karun Berusia 900 Tahun
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 18.05