Dua Mumi Alami di Chili Simpan Jejak Virus Cacar Kuno
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dua mumi alami ditemukan di Chili utara, berasal dari awal masa kolonial Spanyol di komunitas Inca. Kedua mumi adalah seorang perempuan berusia 30-35 tahun dan laki-laki berusia 18-20 tahun, dimumikan secara alami tanpa pengawetan kimiawi dan dikubur dengan bungkusan serta barang-barang kubur.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science mengungkapkan jejak DNA virus cacar pada kedua mumi, merupakan bukti molekuler langsung pertama tentang penyakit ini di Amerika. Virus cacar diperkenalkan oleh penjajah Spanyol pada abad ke-16, menewaskan hingga 90 persen penduduk asli dan membantu penaklukan kekaisaran seperti Inca. Cacar menyebabkan dampak fisik dan psikologis parah, dengan DNA virus pada mumi menunjukkan infeksi dari wabah yang sama.
Penemuan ini memperkaya pemahaman tentang evolusi virus cacar sebelum eradikasi global pada 1980 oleh WHO. Studi menekankan nilai mumifikasi alami dalam mempertahankan materi genetik untuk riset sejarah penyakit menular yang mematikan.
Bagikan
Berita terkait
Wisma MPR RI Bandung Kembali Difungsikan, Ibas Soroti Nilai Sejarah
Detik.com · 27 September 2026 pukul 21.52
Ngerinya Kereta Jatuh ke Jurang gegara Terlalu Ngebut
Detik.com · 27 September 2026 pukul 17.02
Angelina Jolie Jual Rumah Bersejarah di Los Angeles Seharga 400 Miliar Rupiah
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 08.56
Lapas Cianjur Gelar Pemeriksaan Kesehatan Untuk Cegah Penyakit Menular
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 18.29