Elon Musk Buka-bukaan Soal Muslim, Trump, dan Ketakutan Terbesar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Elon Musk mengakui dalam wawancara 90-menit dengan The Economist bahwa dirinya terlalu terbawa dalam politik AS setelah dekat dengan Donald Trump dan memimpin Department of Government Efficiency (Doge). Ia memberikan dukungan finansial US$200 juta untuk kampanye Trump 2024 dan memimpin Doge dalam masa jabatan yang menuai kontroversi, termasuk pemangkasan anggaran senilai US$150 miliar yang menyebabkan puluhan ribu pegawai federal kehilangan pekerjaan. Musk menyatakan dirinya seharusya lebih fokus pada perusahaannya dan mengakui dampak keterlibatannya di Washington DC.
Dalam wawancara tersebut, Musk juga membahas visinya tentang kecerdasan buatan (AI) yang membuatnya bersemangat sekaligin takut. Ia memperkirakan AI akan melampaui total kecerdasan manusia dalam lima tahun dan robot akan menciptakan era kelimpatan dalam 10 tahun. Musk mengungkapkan rencana mengembangkan pusat data AI di luar angkasa dan menggabungkan AI dengan SpaceX untuk pengembangan sistem kognitif, sementara Tesla akan memproduksi robot humanoid.
Pandangan politik Musk menjadi bagian paling kontroversial. Ia memprediksi Inggris akan menghadapi perang saudara dalam 20 tahun dan menolak tuduhan anti-Muslim dengan menyatakan menentang pemerkosaan dan pembunuhan. Musk tetap optimis tentang misi luar angkasa, termasuk kemungkinan manusia menjejakkan kaki di Mars dan teori bahwa alam semesta mungkin merupakan simulasi komputer karya alien.
Bagikan
Berita terkait
Elon Musk Sebut Tiongkok Pesaing Terkuat AS dalam Perebutan Dominasi AI
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 23.30
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 17.13
Anak Muda Tak Percaya AI dan Bos Teknologi, Kenapa?
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 14.50
Mulai Renggang, Trump Tak Mau Sering-Sering Bertemu Korea Selatan
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 14.45