Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Elon Musk Hancur-Hancuran, Harapannya Cuma Starlink

Saham SpaceX anjlok sekitar 12% setelah memaparkan kinerja keuangan pertama sebagai perusahaan publik, jauh di bawah harga IPO sebesar US$135 dalam waktu kurang dari dua bulan. Investor khawatir bisnis Starlink masih menjadi sumber utama pendanaan ekspansi AI yang mahal. Tekanan saham diperkirakan akan bertahan hingga akhir masa lock-up, berpotensi memicu volatilitas saat pasar menilai valuasi dan cash burn perusahaan.

SpaceX melaporkan pendapatan AI kuartal II melonjak lebih dari tiga kali lipat, dengan belanja modal AI mencapai US$15,8 miliar. CFO Bret Johnsen menyatakan investasi AI kini memberikan pengembalian kurang dari satu tahun, jauh lebih cepat dari investasi pusat data tradisional. Perusahaan menandatangani kontrak komputasi awam baru senilai US$6,7 miliar sejak kuartal II dan berada di jalur mencapai pendapatan tahunan US$100 miliar.

Namun, SpaceX masih mencatat free cash flow negatif dengan belanja modal US$18,4 miliar pada kuartal II, setara seperlima dana IPO sebesar US$85,7 miliar. Eksekutif menegaskan permintaan komputasi AI melampaui pasokan, dengan target kapasitas lebih dari dua gigawatt pada akhir tahun. Beberapa analis tetap ragu kemampuan bisnis AI untuk mandiri membiayai ekspansi tanpa dukungan Starlink.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait