Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

Elon Musk Incar Data Startup Bangkrut untuk Latih AI Grok?

Elon Musk tengah mempertimbangkan pembelian data operasional dan pelanggan dari startup yang bangkrut untuk melatih model AI Grok miliknya. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya biaya pelatihan AI dan tekanan finansial pada SpaceX, yang mencatat komitmen investasi AI sebesar USD 15,8 miliar dan kerugian operasional bersih sebesar USD 1,3 miliar pada kuartal terbaru. Pembicaraan tersebut bersifat informal dan belum menjamin kesepakatan akhir. Musk menargetkan Grok dapat bersaing dengan model AI seperti OpenAI dan Anthropic, dengan rencana peluncuran Grok 5 sebelum akhir tahun ini yang diklaim mendekati tingkatan Artificial General Intelligence (AGI).

Strategi ini menimbulkan kekhawatiran terkait privasi data pribadi pengguna. Jika transaksi terjadi, data yang pernah diserahkan ke startup berisiko berpindah tangan tanpa persetujuan pengguna. Kasus serupa terjadi ketika Google mengajukan penawaran USD 10 juta dalam lelang kepailitan Spirit Airlines untuk melatih model Gemini, yang mencakup 100 juta email perusahaan, 500 juta obrolan Microsoft Teams, dan 17 juta dokumen OneDrive. Meski Google menjamin pembersihan data pribadi, Asosiasi Pramugari (AFA) yang mewakili mantan karyawan mengajukan keberatan ke pengadilan kepailitan AS, karena khawatir data internal tetap bisa diidentifikasi ulang.

Pengadilan kepailitan AS saat ini telah menunda persetujuan atas pembelian data Spirit Airlines. Kasus ini mencerminkan tren meningkatnya pasar jual beli data karyawan demi pengembangan AI, sekaligus memunculkan perdebatan etika terkait perlindungan privasi data dalam era AI yang kompetitif.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait