Fenomena Pergeseran Tanah di Flores Pascagempa, Ini Penjelasan BMKG
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menemukan fenomena pergeseran tanah di sejumlah wilayah di Flores, Nusa Tenggara Timur, pasca gempa bumi dengan magnitudo 7,7 (M7,7) yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus. Gempa tersebut tidak hanya mengguncak permukaan tanah, tetapi juga menyebabkan pergerakan pada patahan, yang berujung pada perubahan bentuk dan elevasi permukaan tanah secara vertikal maupun horizontal. Akibatnya, permukaan jalan mengalami deformasi, retak, atau bergeser, sementara bangunan dapat mengalami kemiringan atau pergeseran. Fenomena ini juga bisa menyebabkan munculnya air atau pasir di permukaan tanah.
Bagikan
Berita terkait
Update BMKG 29 Agustus: Sudah 9.278 Gempa Susulan Guncang NTT
kumparan · 29 Agustus 2026 pukul 10.13
YBM PLN EPI Salurkan 500 Kg Beras untuk Korban Gempa di Ngada
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 21.00
Gempa Susulan di NTT Tembus 7.492 Kejadian
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 05.55
Pulihkan Layanan Adminduk Pascagempa Flores, Dirjen Dukcapil Terjunkan Tim ke Ngada
Liputan6.com · 25 Agustus 2026 pukul 15.05