Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gelar Sarjana Otak ChatGPT? Ancaman Nyata di Balik Jalan Pintas AI

Sebuah tren mengkhawatirkan terjadi di perguruan tinggi Amerika Serikat, di mana mahasiswa semakin bergantung pada AI seperti ChatGPT untuk menyelesaikan tugas kuliah. Kondisi ini berdampak pada menurunnya kemampuan berpikir kritis, literasi, dan keterampilan sosial para mahasiswa. Bahkan seorang eksekutif keuangan di New York mengaku perusahaannya kini menghindari perekrutan lulusan STEM yang terlalu bergantung AI, dan lebih memilih lulusan humaniora yang dianggap memiliki kemampuan berpikir kritis lebih baik.

Profesor etika dari Cal State Chico, Troy Jollimore, memperingatkan bahwa akan banyak mahasiswa yang lulus dengan gelar namun pada dasarnya 'buta huruf' karena terbiasa melimpahkan semua tugas ke asisten AI. Kemampuan berpartisipasi dalam diskusi tatap muka juga dilaporkan menurun akibat kebiasaan ini.

Meski literasi AI dipuji banyak pihak, perusahaan-perusahaan nyatanya masih sangat mengandalkan literasi dasar seperti kemampuan membaca dan menulis. Banyak bukti menunjukkan AI belum memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas di tempat kerja, sehingga mahasiswa yang hanya mengandalkan AI dengan mengorbankan keterampilan lain kemungkinan besar tidak siap menghadapi dunia kerja sesungguhnya.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait