Gurun Terkering di Bumi Mendadak Bersalju, Apa yang Terjadi?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gurun Atacama di Chile, yang merupakan salah satu tempat terkering di Bumi, mendadak tertutup salju pada Agustus 2026 akibat badai musim dingin. Fenomena langka ini dipengaruhi oleh sistem tekanan rendah yang terpisah dari jet stream, dikenal sebagai cutoff low, yang membawa kelembapan ke wilayah biasanya sangat kering. Badan salju melintasi Pegunungan Andes hingga mendekati pesisir Pasifik, terlihat jelas melalui citra satelit NASA dari Landsat 8 dan 9. Selain salju, hujan lebat juga turun di sejumlah wilayah, seperti di Taltal yang menerima hampir 40 mm hujan dalam tiga hari, jauh di atas rata-rata tahunannya yang hanya sekitar 4 mm. Menurut ilmuwan dari University of Chile, curah hujan selama beberapa hari setara dengan hujan sepuluh tahun biasanya. Badai ini juga mempengaruhi operasi observatorium seperti ALMA yang harus menghentikan aktivitas sementara karena angin kencang dan salju tebal. Para ilmuwan menghubungkan fenomena ini dengan pelemahan sistem tekanan tinggi subtropis Pasifik akibat El Nino yang sedang menguat, yang mengubah jalur badai menuju wilayah yang biasanya kering. Otoritas Chile melaporkan ribuan orang terdampak dan ratusan rumah rusak akibat banjir bandang dan aliran lumpur yang ditimbulkan oleh hujan ekstrem ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 3 September 2026 pukul 10.16
BMKG: Musim hujan Bengkulu mundur hingga Dasarian III Oktober 2026
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 11.38
FOTO: Kemarau Melanda, Masjid Al-Azhar Jakarta Gelar Salat Istisqa
Berita terkait
Duet Maut El Nino dan Emisi Manusia: Lautan Dunia Membara
Detik.com · 25 Agustus 2026 pukul 11.29
Honduras Tetapkan Status Darurat Kekeringan Imbas El Nino
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 13.37
Cuaca ekstrem El Nino Picu Karhutla di Berau, Suhu Capai 38 Derajat Celcius
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 19.51
Badai Tropis Lala Mengancam, Hawaii Tetapkan Status Darurat
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 10.09