Jakarta · Minggu, 6 September 2026Cari
WargaKonoha

Harga HP Naik Terus, Ini Panduan Beli Smartphone agar Tak Boncos

Industri smartphone sedang mengalami krisis terberat sepanjang sejarah akibat kelangkaan chip memori global yang berlangsung sejak 2026. Produsen memori global beralih produksi DRAM dan NAND ke high-bandwidth memory (HBM) untuk kebutuhan pusat data AI, menyebabkan biaya memori melonjak hingga 300 persen. Akibatnya, harga jual rata-rata smartphone global diproyeksikan mencapai USD 581 (Rp 10,3 juta) pada 2026, naik 27,6 persen. Pasokan DRAM dan NAND tertahan di bawah 17 persen, jauh di bawah tren normal 20-30 persen.

Pasar Indonesia terdampak keras karena didominasi segmen entry-level dan kelas menengah. Komponen memori menyumbang hingga 65 persen dari total biaya material pada ponsel murah, sehingga kenaikan harga ponsel di Tanah Air berkisar antara 7 hingga 45 persen. Laporan Counterpoint mencatat pengiriman smartphone di Indonesia merosot 9 persen pada kuartal I-2026, dengan segmen entry-level di bawah Rp 2,7 juta jatuh hingga 19 persen. Di sisi lain, segmen premium di atas Rp 10,6 juta justru tumbuh 30 persen.

Menurut Senior Research Director IDC Nabila Popal, struktur biaya baru ini bersifat permanen dan keterbatasan pasokan diperkirakan bertahan hingga 2028 bahkan melewati 2030. Konsumen kelas bawah cenderung menunda pembelian atau beralih ke ponsel bekas. Menurut Senior Analyst Counterpoint Shilpi Jain, menunggu harga turun bukan lagi strategi yang masuk akal karena pemangkasan spesifikasi terjadi di mana-mana. Produsen melakukan penyesuaian spesifikasi (downgrade) untuk menekan lonjakan harga.

Berita terkait