Hasil Penelitian di Seluruh Dunia Ungkap Punya Kucing Lebih Bahagia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penelitian yang melibatkan 93 negara menemukan korelasi positif antara jumlah kucing peliharaan dan tingkat kebahagiaan masyarakat. Hasilnya, yang diterbitkan jurnal PLOS One, menunjukkan bahwa wilayah dengan populasi kucing lebih banyak justru memiliki warga yang merasa lebih bahagia. Seperti diketahui, parasit Toxoplasma gondii yang ditularkan oleh kucing dapat menyebabkan gangguan kecemasan dan depresi. Namun, di negara dengan banyak kucing, paparan parasit ini justru lebih rendah. Peneliti menjelaskan bahwa perbedaan ini terkait dengan cara kucing dipelihara. Di negara maju, kucing biasanya di rumah, rutin diperiksa ke dokter hewan, dan diberi makanan terjamin, sehingga tidak menularkan parasit ke lingkungan. Javier I. Borráz-León, peneliti utama, menegaskan bahwa faktor seperti perawatan hewan peliharaan dan kondisi sosial-ekonomi memengaruhi hasil penelitian. Meskipun tidak membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung, pola yang ditemukan cukup kuat untuk diteliti lebih lanjut. Kesimpulannya, kehadiran kucing dapat meningkatkan kebahagiaan asalkan dirawat dengan tanggung jawab.
Bagikan
Berita terkait
Menjadi Bahagia dari Norwegia ke Selandia Baru
Detik.com · 19 September 2026 pukul 08.11
Ilmuwan Ungkap Cara Kucing Mengenali Sesamanya lewat Bau Urine
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 18.45
120 Becak Listrik dan Tablet Pintar Bantuan Presiden Prabowo Diserahkan kepada Warga Depok
JPNN.com · 6 Oktober 2026 pukul 14.00
Lestari Moerdijat Soroti Kesejahteraan dan Regenerasi Perajin Batik
Detik.com · 5 Oktober 2026 pukul 19.04