Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

HP China Sudah Ditinggalkan, iPhone Justru Laku Keras Diserbu Pembeli

Industri smartphone global mengalami penurunan pengiriman hingga 11% secara tahunan pada kuartal II 2026, terendah dalam 13 tahun terakhir. Penurunan ini dipicu oleh keterbatasan pasokan dan kenaikan harga chip memori akibat alokasi besar-besaran untuk infrastruktur kecerdasan buatan. Produsen China seperti Xiaomi, Oppo, dan Vivo terdampak paling besar karena segmen ponsel terjangkau hingga menengah, yang menjadi andalan mereka, mengalami tekanan permintaan akibat kenaikan biaya produksi.

Apple justru mencatatkan pertumbuhan berlawanan arah. Dengan strategi menahan harga iPhone tetap stabil, pengiriman iPhone naik 3% dan pangsa pasar mendekati 20%. Apple juga menambah poin positif dengan tidak menggelontorkan dana besar untuk data center AI, sehingga berhasil merebut kembali predikat perusahaan paling berharga di dunia dengan kapitalisasi pasar menembus US$ 5 triliun. Saham Apple naik 25% sepanjang tahun ini, melampaui saham teknologi raksasa lainnya.

Pendapatan Apple diperkirakan melonjak 15,5% menjadi US$ 108,65 miliar pada kuartal tersebut, dengan penjualan iPhone diproyeksikan naik 20,8%. Namun, analis memperkirakan Apple akan menyesuaikan harga iPhone saat peluncuran seri terbaru pada September mendatang, meskipun loyalitas konsumen dinilai cukup kuat untuk meredam dampak negatifnya.

Berita terkait