HP China Sudah Ditinggalkan, iPhone Justru Laku Keras Diserbu Pembeli
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri smartphone global mengalami penurunan pengiriman hingga 11% secara tahunan pada kuartal II 2026, terendah dalam 13 tahun terakhir. Penurunan ini dipicu oleh keterbatasan pasokan dan kenaikan harga chip memori akibat alokasi besar-besaran untuk infrastruktur kecerdasan buatan. Produsen China seperti Xiaomi, Oppo, dan Vivo terdampak paling besar karena segmen ponsel terjangkau hingga menengah, yang menjadi andalan mereka, mengalami tekanan permintaan akibat kenaikan biaya produksi.
Apple justru mencatatkan pertumbuhan berlawanan arah. Dengan strategi menahan harga iPhone tetap stabil, pengiriman iPhone naik 3% dan pangsa pasar mendekati 20%. Apple juga menambah poin positif dengan tidak menggelontorkan dana besar untuk data center AI, sehingga berhasil merebut kembali predikat perusahaan paling berharga di dunia dengan kapitalisasi pasar menembus US$ 5 triliun. Saham Apple naik 25% sepanjang tahun ini, melampaui saham teknologi raksasa lainnya.
Pendapatan Apple diperkirakan melonjak 15,5% menjadi US$ 108,65 miliar pada kuartal tersebut, dengan penjualan iPhone diproyeksikan naik 20,8%. Namun, analis memperkirakan Apple akan menyesuaikan harga iPhone saat peluncuran seri terbaru pada September mendatang, meskipun loyalitas konsumen dinilai cukup kuat untuk meredam dampak negatifnya.
Bagikan
Berita terkait
PANDI Bentuk AI SIRT untuk Tangkal Penyalahgunaan Kecerdasan Buatan
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 20.10
Syahganda Jadi Kepala Bakom RI, Siapkan Strategi Komunikasi Pemerintah Berbasis AI
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 18.30
Bakom RI akan bentuk tim khusus awasi distorsi algoritma
ANTARA News · 2 Oktober 2026 pukul 17.48
Agen AI Bertindak di Luar Batas, OpenAI Peringatkan Ratusan Organisasi
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 17.15