Huawei Berdarah-Darah, Kekuatan China Lawan AS Terancam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Huawei mencatat penurunan laba bersih 36% pada semester I-2026, turun ke 23,81 miliar yuan dari periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan profitabilitas ini terjadi meski pendapatan perusahaan tumbuh 9,6% mencapai 467,82 miliar yuan. Lonjakan biaya produksi hingga 12,4% serta peningkatan anggaran R&D hingga 25,2% (121,38 miliar yuan) menjadi faktor utama penurunan laba. Investasi R&D yang besar digunakan untuk pengembangan AI, semikonduktor mandiri, dan teknologi komunikasi mutakhir sebagai bagian strategi mengurangi ketergantungan pada teknologi asing pasca-embargo AS.
Tekanan finansial Huawei juga terlihat dari arus kas operasional yang negatif 39,88 miliar yuan pada semester I-2026, berbalik dari posisi positif 31,18 miliar yuan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Persediaan barang perusahaan juga meningkat 42% sejak akhir 2025. Meski demikian, manajemen menyatakan kinerja ini sesuai proyeksi internal, namun belum dapat membeberkan proyeksi penuh tahun 2026 akibat ketidakpastian global dan kenaikan biaya input.
Huawei juga menghadapi tantangan hukum di AS terkait tuduhan penipuan bank dan pelanggaran sanksi. Kasus terpisah mengenai tuduhan pencurian rahasia dagang dari T-Mobile dijadwalkan sidang pada Oktober 2026.
Bagikan
Berita terkait
Alibaba Cari Dana 10,2 Miliar Dolar AS untuk AI, Saham Anjlok 9,5 Persen
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 20.45
China Sudah Ditinggalkan, Ramai-Ramai Pabrik HP Pindah ke Sini
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 12.20
Ajaib: Masuknya investasi Rp4,8 triliun bukti kepercayaan global ke RI
ANTARA News · 31 Agustus 2026 pukul 18.59
China Uji Coba Kereta Maglev, Kecepatannya Tembus 800 Km per Jam
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 15.31