Hujan Purba Diduga Ciptakan Wilayah Subur untuk Kehidupan di Mars
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penelitian terbaru dari Tohoku University, Earth-Life Science Institute, dan Institute of Science Tokyo menemukan bahwa hujan di Mars purba (3,8-3,6 miliar tahun yang lalu) tidak hanya membawa air, tetapi juga formaldehida (H₂CO) molekul penting dalam pembentukan bahan dasar kehidupan. Formaldehida terbentuk dari reaksi fotokimia atmosfer Mars yang kaya karbon dioksida dan hidrogen, kemudian tersebar melalui siklus air dan turun ke permukaan saat hujan. Wilayah Tharsis dan Elysium dengan proses orographic lifting menerima formaldehida sekitar 50 mg/m²/tahun, 10 kali lebih tinggi daripada rata-rata global. Meski demikian, lokasi eksplorasi seperti Gale Crater (2,18 mg/m²/tahun) dan Jezero Crater (3,33 mg/m²/tahun) masih berada di bawah rata-rata namun telah menemukan material organik. Penelitian ini memberikan petunjuk baru tentang interaksi antara air, atmosfer, hujan, dan kimia organik dalam menciptakan lingkungan mendukung kehidupan awal di Mars.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 5 Oktober 2026 pukul 17.15
Bukan Sekadar Fenomena Alam, Ini 6 Ayat Al-Qur'an yang Menjelaskan tentang Hujan
Berita terkait
Temuan Karbon Organik di Sungai Kuno Mars Perkuat Petunjuk Kehidupan di Planet Merah
Media Indonesia · 7 September 2026 pukul 23.24
NASA Sudah Temukan Jejak Alien, di Sini Lokasinya
CNBC Indonesia · 2 Agustus 2026 pukul 14.45
Prakiraan Cuaca Jabodetabek 6 Oktober 2026, Hujan Berpotensi Turun Siang hingga Dini Hari
JPNN.com · 6 Oktober 2026 pukul 09.00
BMKG Prediksi Hujan di Sejumlah Wilayah Jawa Barat Hari Ini, Waspada Petir dan Angin Kencang
JPNN.com · 6 Oktober 2026 pukul 08.00