Jakarta · Selasa, 6 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Hujan Purba Diduga Ciptakan Wilayah Subur untuk Kehidupan di Mars

Penelitian terbaru dari Tohoku University, Earth-Life Science Institute, dan Institute of Science Tokyo menemukan bahwa hujan di Mars purba (3,8-3,6 miliar tahun yang lalu) tidak hanya membawa air, tetapi juga formaldehida (H₂CO) molekul penting dalam pembentukan bahan dasar kehidupan. Formaldehida terbentuk dari reaksi fotokimia atmosfer Mars yang kaya karbon dioksida dan hidrogen, kemudian tersebar melalui siklus air dan turun ke permukaan saat hujan. Wilayah Tharsis dan Elysium dengan proses orographic lifting menerima formaldehida sekitar 50 mg/m²/tahun, 10 kali lebih tinggi daripada rata-rata global. Meski demikian, lokasi eksplorasi seperti Gale Crater (2,18 mg/m²/tahun) dan Jezero Crater (3,33 mg/m²/tahun) masih berada di bawah rata-rata namun telah menemukan material organik. Penelitian ini memberikan petunjuk baru tentang interaksi antara air, atmosfer, hujan, dan kimia organik dalam menciptakan lingkungan mendukung kehidupan awal di Mars.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait