Ilmuwan Makin Lirik Hiu untuk Pertajam Prediksi Badai
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ilmuwan dari University of Delaware menggunakan hiu laut sebagai sarana baru untuk meningkatkan akurasi prediksi badai. Mereka melampirkan sensor CTD pada sirip hiu untuk mengukur konduktivitas listrik air, suhu, dan kedalaman laut secara real-time. Data tersebut otomatis dikirim ke jaringan satelit setiap kali hiu menyelam ke permukaan air. Hiu dipilih sebagai kandidat ideal karena populasi melimpah, tersebar luas, dan lebih mudah diakses dibanding mamalia laut yang dilindungi. Penelitian difokuskan mengukur suhu pada lapisan teratas samudra, yang menjadi penentu utama intensitas badai. Beberapa jenis hiu Atlantik Utara paling cocok, termasuk hiu mako sirip pendek, hiu biru, hiu martil halus, dan hiu putih muda. Sensor dirancang untuk berkarat dan lepas dengan sendirinya seiring waktu. Proses penempelan sensor dimulai setiap awal Mei saat hiu berimigrasi mendekati pesisir. Pemasangan ini hanya memakan waktu kurang dari lima menit. Data yang terkumpul dari tubuh hiu ini diharapkan dapat membantu mempertajam daya prediksi cuaca serta meningkatkan ketahanan masyarakat pesisir mulai dari wilayah North Carolina hingga Massachusetts dalam menghadapi ancaman badai yang kian ekstrem.
Bagikan
Berita terkait
Preview Community Shield 2026: Arsenal vs Manchester City, Perebutan Gelar Pertama Musim Ini di Cardiff
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 12.02
Studi Terbaru: Lubang Hitam Supermasif Lepaskan Energi Setara Miliaran Supernova
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 11.29
Fakta-Fakta Bulan Kian Menjauhi Bumi, Dampaknya Dirasakan Manusia
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 10.30
Siapa Penguasa TrofiBallon d'Or usaiEra Messi-Ronaldo?
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 06.37