Indosat Sudah Kantongi Pendapatan Rp 30,7 T di Pertengahan Tahun 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melaporkan pendapatan Rp30,7 triliun pada paruh pertama tahun 2026, naik 13,1% dari tahun sebelumnya. Laba sebelum bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi (EBITDA) meningkat 14% menjadi Rp14,6 triliun, sementara laba bersih yang dinormalisasi naik 49,2% menjadi Rp3,2 triliun. Pendapatan kuartal pertama mencapai Rp15,2 triliun dan naik menjadi Rp15,4 triliun pada kuartal kedua, tumbuh 1,4% secara kuartalan. Basis pelanggan stabil di 93,4 juta, ARPU naik menjadi Rp46 ribu, dan lalu lintas data melonjak 19,9% (naik 1,6% per kuartal). Inisiatif AI menyumbang sekitar 30% pendapatan perusahaan. Layanan cloud computing menghasilkan US$33 juta pada paruh pertama tahun ini, dengan proyeksi pendapatan tahunan sekitar US$113 juta; pendapatan cloud diperkirakan mencapai US$100 juta pada tahun ini dan US$300 juta tahun depan. IOH bermitra dengan Google Gemini dan Adobe untuk menawarkan pengalaman hiper‑personalization dan analisis pengalaman pelanggan, serta meluncurkan produk AI baru setiap kuartal. Perusahaan juga telah memperoleh spektrum 5G 700 MHz dan 2,6 GHz dan mengalokasikan tambahan belanja modal sebesar Rp10 triliun untuk meningkatkan pengalaman pelanggan.
Bagikan
Berita terkait
Indosat Dapat Cuan Rp1,64 Triliun dari Jual IFT
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 14.50
Indosat (ISAT) Rombak Transaksi Fiber Optik, Ada Cuan Rp1,64 Triliun
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 14.25
Ada Presale Tiket Konser BIGBANG Khusus Pengguna Indosat dan Tri
CNBC Indonesia · 26 September 2026 pukul 07.20
Pendapatan Telkom Tembus Rp75,9 Triliun di Semester I 2026, Laba Bersih Naik jadi Rp10,6 Triliun
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 12.33