Infrastruktur Data Jadi Tantangan Percepatan Adopsi AI di Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ambisi perusahaan Indonesia dalam mengadopsi AI cukup tinggi, namun terhalang oleh tantangan infrastruktur data. Menurut Laporan Data Streaming 2026 oleh Confluent, yang mensurvei 4.625 pemimpin IT dari 14 negara termasuk 225 dari Indonesia, 83% responden Indonesia memiliki solusi AI berbasis agen dalam tahap produksi atau pilot, lebih tinggi dari rata-rata Asia Pasifik 75%. Meski begitu, adopsi AI terhambat karena infrastruktur data tidak dirancang untuk sistem real-time dan otonom, dengan 70-80% responden menghadapi masalah terkait data.
Tantangan lain mencakup fragmentasi kepemilikan data, kesenjangan keterampilan AI, dan kualitas data yang berpotensi menghasilkan output halusinasi. Rully Moulany, Area Vice President Asia Confluent, menyatakan bahwa 8 dari 10 responden tidak memiliki infrastruktur pemrosesan data yang memadai, dan pentingnya data lineage untuk memastikan keandalan data yang digunakan AI agar tidak berasal dari sumber yang tidak akurat.
Data streaming menjadi solusi yang dianggap prioritas, dengan 99% pemimpin IT di Indonesia menyatakan data streaming sebagai investasi utama dan 74% telah menggunakannya dalam sistem bisnis penting. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan dampak AI dengan menyediakan data yang lebih terpercaya, kontekstual, dan mudah ditemukan untuk sistem yang scalable dan masif.
Bagikan
Berita terkait
WhatsApp Resmi Luncurkan Meta Business Agent Untuk Pelaku Bisnis di Indonesia
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 11.00
Komdigi Garap Ekosistem AI dari Energi hingga Aplikasi
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 14.15
Indonesia Cyber Protection 2026 Dorong Industri Keuangan Perkuat Ketahanan Siber Berbasis Era AI
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 13.57
Google Maps Kini Dilengkapi Fitur Ask Maps, Ini Manfaatnya
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 16.56