Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

iPhone Laku Keras tapi Apple Peringatkan Masa Depan Bakal Suram

Apple mencatat kinerja kuat di Q3 fiskal 2026 meski industri smartphone global anjlok 11%. Pangsa pasar iPhone tumbuh 3% menjadi 20%, dengan penjualan iPhone mencapai rekor US$54,25 miliar (naik 21,7% YoY). Total pendapatan Apple melesat 16,4% YoY menjadi US$109,42 miliar, melampaui ekspektasi Wall Street. Lonjakan penjualan ini didorong aksi panic buying konsumen menjelang rumor kenaikan harga iPhone.

Namun, Apple memproyeksikan pertumbuhan lebih lambat di kuartal berikutnya karena krisis kelangkaan chip memori global. CFO Kevan Parekh memperkirakan pendapatan hanya tumbuh 9%-11%, di bawah ekspektasi Wall Street sebesar 12%. Saham Apple pun terkoreksi 5,5% pasca-bursa. Investor khawatir penjualan tinggi saat ini hanya front-loading yang berisiko memicu penurunan permintaan di kuartal mendatang.

Bisnis Layanan (Services) Apple juga melempem dengan pendapatan US$30,74 miliar, di bawah estimasi pasar. Kebijakan Uni Eropa soal toko aplikasi pihak ketiga dan kekalahan hukum dari Epic Games menggerogoti pendapatan komisi App Store. Apple kini bertaruh pada integrasi AI melalui kolaborasi dengan Google untuk memonetisasi layanan lewat skema langganan iCloud Plus.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait