Jangan Gunakan Port USB Mobil untuk Ngecas Laptop, Kenapa?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5256961/original/022041200_1750297948-Depositphotos_413710436_L.jpg)
Port USB bawaan mobil umumnya dirancang untuk ponsel (5–7,5 W) dan tidak memadai mengecas laptop yang butuh daya jauh lebih besar — MacBook Air M5 butuh 40 W (maks 60 W) dan 70 W+ untuk fast charging, MacBook 14 inci butuh 70 W dan 96 W+ untuk fast charging, laptop Windows serupa. Beberapa mobil baru dan EV sudah punya port USB-C dengan Power Delivery (PD) berdaya tinggi; cek label di dekat port atau buku panduan untuk memastikan.
Alternatif praktis: gunakan charger 12 V USB-C PD yang dicolokkan ke soket aksesori (isap rokok), pilih yang mendukung minimal 45–65 W sesuai adaptor laptop. Opsi lain adalah power inverter ke soket 12 V untuk stop kontak AC biasa, atau power bank kompatibel laptop. Sebelum memakai soket 12 V untuk beban besar, verifikasi kapasitas maksimumnya via buku panduan atau label agar tidak memicu fusible putus.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 06.15
Apakah HP Saya Sudah Support 5G? Ini Cara Ceknya
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 18.15
Hands-on Laptop Asus Vivobook Baru, Sambil Jajan Mouse di Vending Machine
Berita terkait
Inggris Siapkan Rp3,12 Triliun untuk Percepat Pengembangan Kendaraan Nol Emisi
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 11.50
Freelander 8 Mulai 50.000 Dolar AS di China, Tenaga Tembus 818 Hp
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 09.30
Pertamina Lubricants Produksi Oli untuk Mobil Listrik, Ini Jenisnya
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 14.03
Ngecas Laptop Bisa Dilakukan Tanpa Power Adaptor, Begini Caranya
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 23.56