Jangankan Manusia, AI Perempuan Gajinya Lebih Kecil dari Laki-laki
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penelitian dari Universitas Limerick menemukan bahwa asisten AI bertipe perempuan (Johanna) dibayar 10,25 persen lebih rendah daripada asisten AI bertipe laki-laki (Johan), meski keduanya menggunakan teknologi yang sama. Dari 189 peserta, upah diberikan secara langsung untuk pekerjaan yang diselesaikan. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta secara tidak sadar membayar lebih sedikit untuk Johanna meski tidak ada perbedaan kinerja. Peneliti menyimpan bahwa prasangka manusia menular ke sistem AI, sehingga ketidakadilan di dunia kerja tidak hilang hanya karena berupa mesin. Jika tidak dirancang dengan cermat, AI dapat memperkuat ketimpangan yang sudah ada di lingkungan kerja.
Bagikan
Berita terkait
China dan Amerika Ternyata Sama Saja, Peneliti Ungkap Fakta Mengerikan
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 16.55
Anthropic Diam-Diam Bangun Laboratorium Biologi, AI Claude Mulai Diuji di Dunia Nyata
JawaPos · 19 September 2026 pukul 20.15
Nasib Karyawan Kantoran, Kerja Banting Tulang Tapi Gaji Makin Kecil
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 16.40
UBM Meluncurkan Pusat Riset Data Sains & AI, Perkuat Kolaborasi Internasional
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 17.55