Kaspersky: Pola Penyebaran Konten dan Iklan Judol Berubah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perusahaan keamanan siber Kaspersky mengungkap perubahan pola penyebaran konten dan promosi judi online. Country Manager Kaspersky Indonesia, Defi Nofitra, menyatakan promosi kini tidak lagi hanya melalui situs web atau iklan digital, melainkan memanfaatkan akun media sosial palsu, spam komentar di unggahan viral, pesan pribadi, tautan sementara, dan penyingkat URL. Metode ini lebih adaptif dan otomatis, sehingga sulit dideteksi.
Bot dan sistem otomatis menjadi faktor utama masifnya penyebaran. Bot dapat memproduksi ribuan komentar dalam waktu singkat, membuat akun baru setelah diblokir, serta mengubah kata kunci dan gaya bahasa untuk menghindari deteksi. Defi menekankan bahwa bot memperkuat skala dan kecepatan kampanye, bukan menggantikan manusia sepenuhnya.
Data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat lebih dari 1,3 juta konten judi online telah diblokir sejak Oktober 2024 hingga Mei 2025. Defi menilai pemberantasan judi online memerlukan kolaborasi erat antara platform digital, pemerintah, perusahaan keamanan siber, lembaga keuangan, dan masyarakat untuk mengganggu ekosistem penyebarannya.
Bagikan
Berita terkait
Akun WhatsApp Diblokir Mendadak Jadi Korban Judol, Begini Modusnya
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 16.25
Bot di Internet Bakal 1.000 Kali Lebih Banyak dari Manusia
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 13.36
Survei Ungkap Pengguna Mac Lebih Banyak Jadi Sasaran Serangan Siber
CNN Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 12.03
Erdogan Kuasai Siber Turki, Internet dan Medsos Warga Terancam
CNBC Indonesia · 9 Agustus 2026 pukul 20.45