Kenapa Luar Angkasa Gelap Padahal Ada Sinar Matahari?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Luar angkasa tampak gelap meskipun terdapat miliaran bintang karena fenomena yang disebut paradoks Olbers. Hal ini terjadi karena alam semesta terus mengembang, sehingga cahaya dari galaksi yang menjauh bergeser ke spektrum inframerah, ultraviolet, dan gelombang radio yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia.
Berbeda dengan luar angkasa yang hampa, Bumi memiliki atmosfer yang mampu memantulkan dan menghamburkan cahaya matahari. Pada siang hari, molekul dan debu di atmosfer menyebarkan cahaya biru lebih banyak karena panjang gelombangnya lebih pendek, sehingga langit tampak biru. Sebaliknya, tempat tanpa atmosfer seperti Bulan tetap terlihat hitam meski terpapar sinar matahari.
Bagikan
Berita terkait
Mengintip Takdir Akhir Matahari Melalui Daur Ulang Bintang Mati di Nebula Helix
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.45
Fenomena Aliran Gas Kosmik Raksasa yang Memiringkan Orbit Planet di Konstelasi Orion
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.15
Teleskop JWST Temukan Bintang yang 100 Miliar Kali Lebih Terang
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 21.45
Bulan Terus Menjauh dari Bumi, Seberapa Besar Dampaknya?
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 21.19