Kenapa Luar Angkasa Gelap Padahal Ada Sinar Matahari?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Luar angkasa tampak gelap meskipun terdapat miliaran bintang karena fenomena yang disebut paradoks Olbers. Hal ini terjadi karena alam semesta terus mengembang, sehingga cahaya dari galaksi yang menjauh bergeser ke spektrum inframerah, ultraviolet, dan gelombang radio yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia.
Berbeda dengan luar angkasa yang hampa, Bumi memiliki atmosfer yang mampu memantulkan dan menghamburkan cahaya matahari. Pada siang hari, molekul dan debu di atmosfer menyebarkan cahaya biru lebih banyak karena panjang gelombangnya lebih pendek, sehingga langit tampak biru. Sebaliknya, tempat tanpa atmosfer seperti Bulan tetap terlihat hitam meski terpapar sinar matahari.
Bagikan
Berita terkait
Astronom Temukan Fenomena Langka, Dua Bintang Baru Menyatu Jadi Biner 60 Tahun Lalu
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 11.16
Menakjubkan! Fotografer Berhasil Abadikan Foto Crescent Nebula Menawan
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 10.44
Hubble Temukan Struktur Dekagon Misterius di Kutub Selatan Saturnus
Media Indonesia · 6 September 2026 pukul 17.15
FOTO: Teleskop Generasi Terbaru NASA Meluncur ke Luar Angkasa
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 11.00