Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kenapa Masih Hujan Padahal El Nino Menguat?

Fenomena El Nino telah mencapai level kuat, tetapi sejumlah daerah di Indonesia masih mengalami hujan dengan intensitas bervariasi. Hal ini disebabkan oleh aktivitas atmosfer lokal, seperti Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial, yang mendukung pertumbuhan awan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hujan lebat hingga sangat lebat terjadi pada 27-29 Juli 2026, dengan curah hujan tertinggi di Sumatera Barat sebesar 126 milimeter per hari, diikuti Kepulauan Riau 97 milimeter per hari, dan Aceh 83,5 milimeter per hari.

Meskipun musim kemarau dan El Nino memperkuat kondisi kering, hujan masih dapat terjadi secara lokal jika dinamika atmosfer mendukung. BMKG memprakirakan curah hujan rendah akan mendominasi sekitar 91,43 persen wilayah Indonesia pada periode Dasarian I Agustus 2026, sementara 8,57 persen lainnya mengalami curah hujan menengah. Indeks Niño 3.4 tercatat +2,26 dan Southern Oscillation Index (SOI) pada -28,2, menandakan El Nino kuat yang berpotensi penguatan lebih lanjut.

Aktivitas Gelombang Ekuatorial, Madden-Julian Oscillation (MJO), serta Bibit Siklon Tropis 94W tetap memberikan peluang hujan lokal di beberapa wilayah. Selain itu, peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang diprakirakan di berbagai perairan, sehingga masyarakat dan pelaku aktivitas kelautan diminta waspada terhadap potensi gelombang tinggi dan angin kencang.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait