Kesalahan Nokia yang Membuat Sang Raja Ponsel Tumbang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nokia pernah mendominasi pasar ponsel dari 1987 hingga 2007, mencapai market share 40% dan kapitalisasi pasar USD 150 miliar pada 2007. Pada 2005, perusahaan ini berhasil menjual satu miliar unit ponsel. Namun, kesuksesan ini tidak bertahan ketika iPhone diluncurkan pada 2007 dan pengembangan smartphone Android berkembang pesat di awal 2010-an.
Penyebab utama kejatuhan Nokia adalah kegagalan dalam inovasi software. Nokia lebih fokus pada pengembangan perangkat keras dan menganggap software kurang penting. Menurut BBC dan New Yorker, insinyur Nokia ahli dalam membuat perangkat fisik tetapi tidak mahir dalam pengembangan program. Pengalaman pengguna yang diberikan oleh iPhone dengan layar sentuh dan App Store yang mudah digunakan jauh lebih unggul dibandingkan ponsel Nokia yang terlambat beradaptasi.
Selain itu, Nokia terlalu percaya diri dengan kekuatan brand-nya dan melebih-lebihkan desain hardware. Mereka meyakini bahwa keunggulan hardware akan cukup untuk kembali menyaingi, padahal konsumen sudah beralih ke pengalaman pengguna yang lebih lengkap. Akhirnya, Nokia dijual ke Microsoft pada 2014 dengan nilai sekitar USD 7 miliar.
Bagikan
Berita terkait
51 Tahun Berkiprah, Polytron Kapan Comeback ke Pasar Smartphone?
Detik.com · 11 September 2026 pukul 20.41
Apple Siapkan Kejutan 9 September 2026, Cek Bocoran Lengkapnya
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 17.50
Tekan Impor, Pertamina Luncurkan Katalis FCC/RFCC Buatan Dalam Negeri
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 21.30
Hadapi Perubahan Iklim, Syngenta Indonesia Pacu Inovasi Tani
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 21.02