Kondisi Sudah Genting Gara-Gara AI, Anggota DPR Tetap Tidak Peduli
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat mengakhiri masa sidangnya lebih cepat pada 16 September 2026 tanpa mengambil tindakan terhadap regulasi kecerdasan buatan (AI). Langkah ini dilakukan untuk memungkinkan anggota DPR kembali ke daerah pemilihan guna berkampanye menghadapi pemilihan sela (midterm) pada November 2026. Para petingunai perusahaan AI seperti Anthropic, OpenAI, dan xAI mendesak pemerintah AS untuk segera membuat aturan mengendalikan teknologi ini. Seorang peneliti Anthropic baru saja mengundurkan diri sambil memperingatkan bahwa AI bisa menyebabkan kepunahan bagi umat manusia pada akhir dekade ini. Ketua DPR Mike Johnson menyatakan bahwa regulasi yang terlalu cepat dapat menghambat inovasi teknologi AS dan memberikan keuntungan kompetitif bagi China. Namun, sejumlah anggota DPR dari Partai Demokrat, termasuk Sam Liccardo, mendesak agar sidang tetap dilanjutkan untuk membahas regulasi AI. Mereka mengusulkan pengesahan Frontier Act yang mewajibkan audit pihak ketiga terhadap laboratorium pengembang AI, meningkatkan transparansi publik, dan memberikan kewenangan kepada Departemen Perdagangan untuk membatasi model AI berisiko tinggi. Liccardo juga mengusulkan mekanisme pemutus darurat (kill switch) untuk menghentikan model AI yang berjalan di luar kendali.
Bagikan
Berita terkait
Pengguna Claude Protes Kebijakan Watermark Baru dari Anthropic
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 16.05
Cegah Bencana AI, AS Siapkan Aturan 'Tombol Pembunuh'
Detik.com · 9 Agustus 2026 pukul 19.45
Mark Zuckerberg, Elon Musk, Jensen Huang Lobi Trump Blokir Regulator AI di AS
kumparan · 22 September 2026 pukul 11.30
Ada Peringatan Bahaya AI, Rencana IPO Anthropic Mundur
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 11.05