Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Kondisi Sudah Genting Gara-Gara AI, Anggota DPR Tetap Tidak Peduli

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat mengakhiri masa sidangnya lebih cepat pada 16 September 2026 tanpa mengambil tindakan terhadap regulasi kecerdasan buatan (AI). Langkah ini dilakukan untuk memungkinkan anggota DPR kembali ke daerah pemilihan guna berkampanye menghadapi pemilihan sela (midterm) pada November 2026. Para petingunai perusahaan AI seperti Anthropic, OpenAI, dan xAI mendesak pemerintah AS untuk segera membuat aturan mengendalikan teknologi ini. Seorang peneliti Anthropic baru saja mengundurkan diri sambil memperingatkan bahwa AI bisa menyebabkan kepunahan bagi umat manusia pada akhir dekade ini. Ketua DPR Mike Johnson menyatakan bahwa regulasi yang terlalu cepat dapat menghambat inovasi teknologi AS dan memberikan keuntungan kompetitif bagi China. Namun, sejumlah anggota DPR dari Partai Demokrat, termasuk Sam Liccardo, mendesak agar sidang tetap dilanjutkan untuk membahas regulasi AI. Mereka mengusulkan pengesahan Frontier Act yang mewajibkan audit pihak ketiga terhadap laboratorium pengembang AI, meningkatkan transparansi publik, dan memberikan kewenangan kepada Departemen Perdagangan untuk membatasi model AI berisiko tinggi. Liccardo juga mengusulkan mekanisme pemutus darurat (kill switch) untuk menghentikan model AI yang berjalan di luar kendali.

Berita terkait