Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Krisis Menggila, HP Mahal Mendadak Laku Keras Diborong Warga

Pasar smartphone premium global tumbuh 5% year-on-year pada H1 2026, dengan ponsel berharga rata-rata US$600 ke atas mencapai 29% dari total penjualan global. Rekor ini didorong oleh kenaikan biaya memori akibat krisis kelangkaan chip, yang justru mendorong konsumen beralih ke perangkat premium karena selisih harga dengan ponsel menengah semakin sempit. Produsen premium menyerap kenaikan biaya melalui margin yang lebih tinggi dan pengurangan promosi, sehingga permintaan tetap kuat.

Apple mencatat pertumbuhan 9% YoY pada H1 2026, didorong oleh performa kuat iPhone 17, meski pangsa pasarnya di segmen premium turun dari 74% pada H1 2022 ke 65% akibat persaingan ketat di China. Samsung tumbuh 3% YoY dan menguasai 19% pasar premium global, dengan seri Galaxy S26 yang dilengkapi Privacy Display sebagai fitur andalan, sementara varian Ultra mendominasi lebih dari separuh penjualan.

Oppo mencatat pertumbuhan tertinggi di segmen premium sebesar 69% YoY, didorong oleh seri Find X9 dan peluncuran model baru pada April 2026. Vivo tumbuh 20% YoY berkat performa seri X300. Analis Counterpoint Research memperkirakan strategi premiumisasi akan terus mendominasi industri, dengan Apple dan Samsung diperkirakan mempertahankan kepemimpinan di pasar negara maju, sementara Huawei dan Xiaomi memiliki peluang besar untuk memperluas pangsa pasar di China.

Berita terkait