Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Krisis RAM Menggila Gara-gara AI, Harga HP Terancam Makin Mahal

Ledakan permintaan komponen memori untuk infrastrustruktur AI menyebabkan kenaikan harga DRAM dan NAND sebesar lebih dari 300% secara tahunan, yang pada gilirannya mendorong naiknya harga jual rata-rata smartphone global hingga USD 581 (Rp 9,6 juta) pada 2026, melonjak 27,6% dari tahun sebelumnya. Menurut International Data Corporation (IDC), biaya memori kini dapat menyumbang lebih dari 65% dari total biaya komponen pada perangkat smartphone kelas bawah, sehingga produsen mulai mengurangi kapasitas RAM dan penyimpanan untuk menekan harga jual. Dampaknya terlihat jelas pada pasar: harga sejumlah iPhone di Inggris naik hingga 100 poundsterling, sementara Google Pixel 11 Pro XL dibanderol 80 poundsterlin lebih mahal dengan konfigurasi memori yang lebih rendah dibandingkan pendahulunya.

Pasokan yang ketat ini juga memengaruhi volume produksi. IDC memperkirakan pengiriman smartphone global akan anjlok 16,7% hingga sedikit di atas 1 miliar unit pada 2026, dengan penurunan tahunan terdalam yang pernah tercatat. Segmen ponsel di bawah USD 100 paling terdampak, dengan pengiriman menurun hampir 60% secara tahunan pada kuartal II-2026. Produsen Android mulai mengurangi model murah dan beralih ke kelas harga yang lebih tinggi untuk mengamankan margin.

Tekanan pasokan memori diperkirakan belum akan berakhir dalam waktu dekat. CEO SK Hynix memperingatkan bahwa 2027 berpotensi menjadi tahun terburuk dari sisi kapasitas pasokan, sementara beberapa produsen smartphone dan laptop mulai mendesain ulang produknya untuk beradaptasi dengan ketersediaan komponen yang tidak pasti. Beberapa perusahaan, seperti Jolla, bahkan membuat dua desain motherboard berbeda agar dapat menggunakan konfigurasi chip yang fleksibel.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait