Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kurangi Risiko, China Mau Pekerjakan Robot di Lokasi Tambang

China akan menerapkan robot di lokasi tambang batu bara berisiko tinggi sebagai bagian dari Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030). Inisiatif ini mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dan robotika untuk operasional tambang, mulai dari eksplorasi hingga manajemen keselamatan. Pemerintah juga mendorong pengembangan model bahasa besar (LLM) khusus sektor batu bara untuk penginderaan cerdas dan pengambilan keputusan mandiri. Tambang rawan bencana menjadi prioritas utama, dengan robot menggantikan pekerja dalam tugas berbahaya seperti pembuatan terowongan, inspeksi, dan penyelamatan. Langkah ini menandai pergeseran dari proyek percontohan ke penerapan skala besar, bertujuan mengurangi risiko kecelakaan dan mendukung operasional minim pekerja. Lin Boqiang dari Universitas Xiamen menyatakan bahwa robot dapat meningkatkan kemampuan peringatan dini dan tanggap darurat, sekaligus menangani pekerjaan berbahaya seperti patroli sumur dalam, deteksi gas, dan pengangkatan beban berat. DEEP Robotics dan Lingbao CASBOT juga mengembangkan robot berkaki empat dan beroda untuk inspeksi dan penyelamatan, dengan integrasi LLM, kamera dual-spectrum, dan komputasi tepi.

Berita terkait