Kurangi Risiko, China Mau Pekerjakan Robot di Lokasi Tambang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

China akan menerapkan robot di lokasi tambang batu bara berisiko tinggi sebagai bagian dari Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030). Inisiatif ini mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dan robotika untuk operasional tambang, mulai dari eksplorasi hingga manajemen keselamatan. Pemerintah juga mendorong pengembangan model bahasa besar (LLM) khusus sektor batu bara untuk penginderaan cerdas dan pengambilan keputusan mandiri. Tambang rawan bencana menjadi prioritas utama, dengan robot menggantikan pekerja dalam tugas berbahaya seperti pembuatan terowongan, inspeksi, dan penyelamatan. Langkah ini menandai pergeseran dari proyek percontohan ke penerapan skala besar, bertujuan mengurangi risiko kecelakaan dan mendukung operasional minim pekerja. Lin Boqiang dari Universitas Xiamen menyatakan bahwa robot dapat meningkatkan kemampuan peringatan dini dan tanggap darurat, sekaligus menangani pekerjaan berbahaya seperti patroli sumur dalam, deteksi gas, dan pengangkatan beban berat. DEEP Robotics dan Lingbao CASBOT juga mengembangkan robot berkaki empat dan beroda untuk inspeksi dan penyelamatan, dengan integrasi LLM, kamera dual-spectrum, dan komputasi tepi.
Bagikan
Berita terkait
Di PBB, Menkomdigi Meutya Hafid Soroti Perlindungan 70 Juta Anak Indonesia di Tengah Pesatnya AI
JawaPos · 27 September 2026 pukul 12.30
7 Hari 'Berkelana' Melihat Langsung China Membangun Masa Depan
CNN Indonesia · 27 September 2026 pukul 08.06
OpenAI Ungkap 53 Gambar Pengguna Sempat Diunggah ke Situs Hosting Publik
JawaPos · 26 September 2026 pukul 19.30
Trump dan Xi Jinping Ketemu Bahas Masa Depan AI, Apa Hasilnya?
Detik.com · 26 September 2026 pukul 19.15