Kurangi Risiko, China Mau Pekerjakan Robot di Lokasi Tambang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

China akan menerapkan robot di lokasi tambang batu bara berisiko tinggi sebagai bagian dari Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030). Inisiatif ini mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dan robotika untuk operasional tambang, mulai dari eksplorasi hingga manajemen keselamatan. Pemerintah juga mendorong pengembangan model bahasa besar (LLM) khusus sektor batu bara untuk penginderaan cerdas dan pengambilan keputusan mandiri. Tambang rawan bencana menjadi prioritas utama, dengan robot menggantikan pekerja dalam tugas berbahaya seperti pembuatan terowongan, inspeksi, dan penyelamatan. Langkah ini menandai pergeseran dari proyek percontohan ke penerapan skala besar, bertujuan mengurangi risiko kecelakaan dan mendukung operasional minim pekerja. Lin Boqiang dari Universitas Xiamen menyatakan bahwa robot dapat meningkatkan kemampuan peringatan dini dan tanggap darurat, sekaligus menangani pekerjaan berbahaya seperti patroli sumur dalam, deteksi gas, dan pengangkatan beban berat. DEEP Robotics dan Lingbao CASBOT juga mengembangkan robot berkaki empat dan beroda untuk inspeksi dan penyelamatan, dengan integrasi LLM, kamera dual-spectrum, dan komputasi tepi.
Bagikan
Berita terkait
PANDI Bentuk AI SIRT untuk Tangkal Penyalahgunaan Kecerdasan Buatan
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 20.10
Syahganda Jadi Kepala Bakom RI, Siapkan Strategi Komunikasi Pemerintah Berbasis AI
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 18.30
Bakom RI akan bentuk tim khusus awasi distorsi algoritma
ANTARA News · 2 Oktober 2026 pukul 17.48
Agen AI Bertindak di Luar Batas, OpenAI Peringatkan Ratusan Organisasi
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 17.15