Layanan Internet Rakyat WIFI Boros Frekuensi, Ini Hitungannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah mengalokasikan pita frekuensi 1.4 GHz untuk layanan Fixed Wireless Access (FWA) dengan harga murah guna memperluas akses internet di wilayah non-serat optik. Namun, data menunjukkan penggunaan spektrum oleh pemenang lelang, seperti Surge (PT Solusi Sinergi Digital Tbk./WIFI), jauh lebih boros dibandingkan operator seluler besar seperti Telkomsel, Indosat, dan XL.
Perbandingan menunjukkan operator seluler hanya membutuhkan 1,7-3,3 MHz per satu juta pelanggan, sedangkan jaringan FWA di pita 1.4 GHz menggunakan lebih dari 150 MHz untuk jumlah pelanggan yang sama, atau 50 hingga 90 kali lipat lebih besar. Hingga Juni 2026, layanan Internet Rakyat (IRA) milik Surge baru memiliki 513.040 pelanggan, jumlah yang masih jauh di bawah kapasitas maksimal jaringan yang tersedia.
Bagikan
Berita terkait
WIFI Siapkan Capex Rp7 Triliun, Kejar Tambahan 1,15 Juta Pelanggan
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 18.18
Hashim Djojohadikusumo Mundur dari Komisaris Utama WIFI, RUPSLB Digelar 21 Oktober
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 10.33
Hashim Djojohadikusumo Mundur Dari Komut, Saham WIFI Anjlok 9%
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 10.04
Hashim S. Djojohadikusumo Mundur Dari Kursi Komisaris Utama WIFI
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 09.10