Lebih dari Sekadar Penerang, Pencahayaan Pintar Jadi Kunci Efisiensi Kota
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/9338857/original/016244700_1788344389-20260902_102430.jpg)
Pemerintah Indonesia dan perusahaan swasta seperti Signify (dulunya Philips Lighting) berkolaborasi untuk mengembangkan kota pintar melalui inovasi pencahayaan efisien energi. Pencahlian pintar tidak hanya memberikan penerangan, tetapi juga mendukung keamanan, kenyamanan, dan efisiensi operasional kota. Program CSR Signify sejak 2015 telah memberikan penerangan kepada lebih dari 130.000 orang, termasuk di daerah terpencil seperti Kabupaten Buru, Maluku. Pemerintah mendorong pendanaan infrastruktur kota pintar melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dengan target 60% pendanaan berasal dari non-APBN/APBD pada RPJMN 2025-2029. Implementasi pencahayaan pintar melalui KPBU dapat menghemat energi hingga 60-80% dan memberikan kepastian investasi bagi pihak swasta melalui sistem pembayaran ketersediaan layanan (Availability Payment).
Bagikan
Berita terkait
6 Kesepakatan EBT Diteken di IndoEBTKE ConEx 2026, Bioetanol-Hidrogen
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 11.15
Musa Rajekshah Raih 'Tokoh Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan' detikSumatera Awards
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 23.14
Pemkab Garut Ajukan 5.167 Penerangan Jalan di 17 Ruas Jalan Kabupaten
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 20.00
Pemkab Garut Dorong Pemenuhan 27.000 APJ dengan Teknologi LED
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 19.00