Lonjakan Permintaan Chip AI Bikin Bursa Saham KOSPI Melemah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3266865/original/083315800_1602646231-brian-kostiuk-S4jSvcHYcOs-unsplash.jpg)
Samsung Electronics dan SK Hynix mencatat keuntungan luar biasa berkat lonjakan permintaan chip AI global. Kedua perusahaan ini sempat menembus kapitalisasi pasar USD 1 triliun pada Mei 2026. Samsung meraih kenaikan laba operasional hingga 1.800% menjadi USD 62 miliar, sementara SK Hynix mencatat kenaikan laba operasional 557% meski masih di bawah ekspektasi analis.
Keuntungan besar justru berujung pada kemerosotan bursa saham Korea Selatan. Pada 30 Juli 2026, indeks KOSPI ditutup turun 1% dan berada sekitar 40% di bawah puncaknya pada akhir Juni 2026. Saham Samsung turun 45% dari bulan lalu, sedangkan saham SK Hynix merosot 56% dari Juni lalu.
Penurunan diperparah oleh maraknya exchange-traded fund (ETF) leverage berbasis saham tunggal di Korea Selatan, yang memperbesar laju kejatuhan harga saham. Meskipun SK Hynix sempat menawarkan ADR di Nasdaq senilai USD 26,5 miliar pada awal Juli 2026, antusiasme terhadap saham chip AI kini mulai mereda.
Bagikan
Berita terkait
Tak Pakai iPhone, HP Manusia Rp 3.200 Triliun Hadiah dari Sahabat
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 19.30
OpenAI Perkuat Kerja Sama dengan Samsung, Kembangkan Chip Generasi Baru
kumparan · 11 September 2026 pukul 08.45
Samsung Bagi-Bagi Duit Rp 1.274.000.000.000.000
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.45
Indeks Kospi Hari Ini Anjlok 4,58% Imbas Tekanan Saham Semikonduktor
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 18.10