Malaysia Mendadak Tutup 'Sekolah' Orang Kaya, Ternyata Ini Alasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Malaysia menutup Network School, komunitas pembimbingan berbasis startup yang didirikan investor teknologi kaya Balaji Srinivasan, karena masalah perizinan. Proyek ini beroperasi di sebuah hotel terbengkalai di Malaysia dan menggabungkan konsep inkubator teknologi dengan retret pengembangan diri. Srinivasan, yang kekayaannya ditaksir US$200-500 juta (Rp3,5-8,9 triliun), meyakini Amerika Serikat sedang mengalami kemunduran dan ingin membangun masyarakat baru melalui program ini, yang disebut sebagai langkah pertama dari rencana tujuh tahap dalam bukunya The Network State.
Sejumlah peserta mengeluhkan kondisi kamar berjamur, minimnya jumlah perempuan, dan hampir tidak ada kehidupan malam. Setelah menerima pertanyaan dari The Wall Street Journal, Srinivasan menanggapi di platform X dengan menyebut dirinya warga Singapura yang bangga dan menuding media tersebut menyusun artikel yang bertujuan menjatuhkannya. Ia juga telah melepaskan kewarganegaraan AS pada 2023. Meski kampus di Malaysia ditutup, Srinivasan mengumumkan kesepakatan untuk membuka kampus baru di Kazakhstan.
Bagikan
Berita terkait
Gempa NTT Jadi Perhatian Negara Tetangga, Australia dan Malaysia Sampaikan Dukungan
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 18.53
Target Konsumen Lokal, IBC dan Sunway Medical Hadirkan Akses Plastic Surgery
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 18.15
Pilot Malaysia Kurir Ekstasi Beraksi Sejak 2024, Tak Cuma Kirim ke Indonesia
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 13.08
Partai Ummat Hadiri Kongres Nasional Keadilan 2026 di Malaysia
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 12.56