Malaysia Mendadak Tutup 'Sekolah' Orang Kaya, Ternyata Ini Alasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Malaysia menutup Network School, komunitas pembimbingan berbasis startup yang didirikan investor teknologi kaya Balaji Srinivasan, karena masalah perizinan. Proyek ini beroperasi di sebuah hotel terbengkalai di Malaysia dan menggabungkan konsep inkubator teknologi dengan retret pengembangan diri. Srinivasan, yang kekayaannya ditaksir US$200-500 juta (Rp3,5-8,9 triliun), meyakini Amerika Serikat sedang mengalami kemunduran dan ingin membangun masyarakat baru melalui program ini, yang disebut sebagai langkah pertama dari rencana tujuh tahap dalam bukunya The Network State.
Sejumlah peserta mengeluhkan kondisi kamar berjamur, minimnya jumlah perempuan, dan hampir tidak ada kehidupan malam. Setelah menerima pertanyaan dari The Wall Street Journal, Srinivasan menanggapi di platform X dengan menyebut dirinya warga Singapura yang bangga dan menuding media tersebut menyusun artikel yang bertujuan menjatuhkannya. Ia juga telah melepaskan kewarganegaraan AS pada 2023. Meski kampus di Malaysia ditutup, Srinivasan mengumumkan kesepakatan untuk membuka kampus baru di Kazakhstan.
Bagikan
Berita terkait
Indonesia Punya Rekor Gahar di Kandang, Malaysia Sudah 5 Kali Jadi Korban
Warta Ekonomi · 27 September 2026 pukul 21.47
John Herdman Tak Anggap Remeh Malaysia, Timnas Indonesia Siap Jalani Laga Penentu
JPNN.com · 27 September 2026 pukul 21.10
Joey Pelupessy Tak Gentar Menjelang Timnas Indonesia vs Malaysia, Ada Alasannya
JPNN.com · 27 September 2026 pukul 21.03
Timnas Indonesia vs Malaysia: John Herdman Belum Bisa Pastikan Nasib 3 Pemain
JPNN.com · 27 September 2026 pukul 20.27