Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mark Zuckerberg hingga Sam Altman, Mengapa Bos Teknologi Ramai Bikin Manifesto AI?

CEO Meta Mark Zuckerberg baru-baru ini menerbitkan surat terbuka sepanjang 6.500 kata berjudul The Future is for Everyone. Tulisan itu menjadi manifesto terbaru dari para pemimpin perusahaan teknologi yang menyampaikan visi besar tentang kecerdasan buatan. Zuckerberg bukan satu-satunya. Tren ini dimulai Marc Andreessen pada 2023 lewat The Techno-Optimist Manifesto sepanjang sekitar 5.000 kata. Pada 2024, CEO OpenAI Sam Altman merilis The Intelligence Age, sementara CEO Anthropic Dario Amodei menerbitkan Machines of Loving Grace. Visi mereka serupa: AI dianggap salah satu inovasi terpenting dalam sejarah manusia.

Zuckerberg mempertanyakan pandangan pesimis terhadap AI, termasuk peringatan IMF bahwa AI berpotensi memengaruhi hampir 40 persen pekerjaan dan memperburuk ketimpangan ekonomi global. Ia meyakini masa depan tetap menyediakan banyak lapangan kerja. Pernyataan itu muncul saat Meta memangkas sekitar 10 persen tenaga kerjanya atau sekitar 8.000 pekerjaan dalam reorganisasi yang berfokus pada AI.

Manifesto Zuckerberg juga mengumumkan rencana Meta membagikan perangkat AI secara lebih terbuka atau open source. Keputusan itu memiliki konsekuensi besar karena teknologi tersebut berpotensi disalahgunakan. Beberapa model AI yang sangat kuat dilaporkan berhasil meretas situs web. Pasar AI open source juga semakin diisi model asal China seperti Qwen, DeepSeek, dan GLM. Ekonom Noah Smith menilai para eksekutif merasa perlu membentuk arah perkembangan teknologi ini. Profesor bisnis Rob Lalka menambahkan, manifesto menjadi cara menempatkan diri dalam perdebatan publik di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak AI pada pekerjaan dan lingkungan.

Berita terkait