Matahari dan Bulan Bisa Picu Gempa, Ilmuwan Jelaskan Pengaruhnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ilmuwan telah menemukan bahwa Matahari dan Bulan dapat memicu gempa melalui pengaruh lunisolar terhadap tekanan pasang surut di kerak Bumi. Tekanan kecil ini, biasanya sekitar beberapa kilopaskal, dapat memicu 'gempa lambat' yang merambat jauh lebih lambat dibanding gempa biasa dan tidak terasa di permukaan. Studi ini, yang diterbitkan di jurnal JGR Solid Earth, menggunakan model pegas-balok dan gesekan untuk menganalisis pergeseran pada antarmuka lempeng tektonik. Para peneliti menemukan bahwa resonansi serupa dengan menggesekkan jari di tepi gelas anggur dapat memicu gempa lambat meskipun gangguannya kecil. Aktivitas seismik yang dihasilkan bergantung pada amplitudo dan periode gangguan pasang surot, dengan pola yang sering muncul pada interval 12 dan 24 jam, sesuai dengan pasang surut. Gempa-gempa ini sering terjadi di wilayah seperti Jepang barat daya dan Cascadia, dan memberikan wawasan tentang akumulasi dan pelepasan tegangan di zona subduksi di Lingkar Pasifik.
Bagikan
Berita terkait
Kapan Gempa Megathrust Bakal Guncang Indonesia? Ini Kata Ahli
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 07.30
Mengenal Megathrust, Potensi Gempa dan Sebarannya di Indonesia
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 13.55
Viral di Media Sosial Soal Megathurst, Begini Penjelasan Ahli
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 11.55
Viral di Media Sosial Soal Megathrust, Begini Penjelasan Ahli
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 11.55