Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mengenal Shadow Bands, Fenomena Unik Saat Gerhana Matahari Total

Gerhana Matahari total tidak hanya menampilkan piringan Matahari yang tertutup Bulan. Sesaat sebelum dan sesudah fase totalitas, sebagian pengamat bisa melihat shadow bands, yaitu garis-garis gelap panjang yang dipisahkan ruang terang dan tampak bergerak cepat di tanah atau dinding. Selama berabad-abad fenomena ini digambarkan seperti air beriak atau ular bayangan. Hingga kini ilmuwan belum memiliki penjelasan definitif tentang penyebabnya.

Teori utama menyebut shadow bands terjadi akibat turbulensi atmosfer, mirip dengan penyebab bintang berkelap-kelip. Untuk mengujinya, profesor fisika dan astronomi University of Pittsburgh, David Turnshek, bersama mahasiswanya melakukan penelitian saat gerhana Matahari total melintasi Amerika Serikat pada 2017. Mereka memasang sensor cahaya (fotodioda) di permukaan tanah dan pada balon yang terbang setinggi sekitar 25 kilometer. Hasilnya, sinyal berkelanjutan dengan frekuensi 4,5 hertz ditemukan baik di permukaan maupun di ketinggian. Temuan itu membuat teori turbulensi atmosfer diragukan sebagai satu-satunya penjelasan. Kemungkinan lain yang diangkat adalah difraksi dan interferensi cahaya, di mana tepian Bulan berperan seperti penghalang yang membelokkan gelombang cahaya Matahari. Turnshek menilai kedua mekanisme itu bisa saja bekerja bersamaan.

Shadow bands mudah terlewat karena hanya muncul sesaat. Pengamat disarankan menggunakan permukaan datar, halus, dan berwarna terang sebagai latar, karena pola sulit terlihat di rumput atau aspal. Papan berlapis kain putih bisa digunakan. Fenomena ini kembali berpeluang diamati saat gerhana Matahari total pada 12 Agustus, dengan jalur totalitas melintasi Rusia bagian utara, Greenland timur, Islandia barat, Spanyol bagian utara, dan sudut timur laut Portugal.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait