Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

Mengenal Teknologi SkyMast, Bisa Sebar Sinyal 5G ke Pulau Terpencil

PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) menggandeng Combined Space Technology Limited (CST) untuk mengoperasikan teknologi menara terbang World Mobile Stratospheric SkyMast di seluruh Indonesia. Platform ini mengudara di lapisan stratosfer pada ketinggian 60.000 kaki (sekitar 18 kilometer) dan berfungsi sebagai menara seluler di udara yang dapat memancarkan sinyal 4G dan 5G langsung ke ponsel standar tanpa memerlukan perangkat khusus. Solusi ini ditujukan untuk mengatasi tantangan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan banyak pulau terpencil yang sulit dijangkau oleh menara telekomunikasi darat atau satelit Low Earth Orbit (LEO).

Protelindo menilai high-altitude platform menjadi jawaban ekonomis untuk menghubungkan pulau-pulau yang tidak efisien jika dibangun menara darat konvensional. Dalam kesepakatan ini, Protelindo menjual 60% kepemilikan sahamnya di CST kepada Stratospheric Holdings Limited, sambil mempertahankan hak eksklusif penggunaan teknologi tersebut di Indonesia. Teknologi ini telah memiliki rekam jejak pengembangan lebih dari satu dekade dan berhasil melalui uji coba di Inggris dan Arab Saudi.

Teknologi ini didukung oleh antena phased-array dari Cambridge Consultants yang telah lulus pengujian, serta pengembangan pesawat dan platform StratoMast bersama Scaled Composites dan GKN. Pengujian tangki bahan bakar hidrogen juga berhasil dilakukan. Dengan hadirnya menara terbang di stratosfer, diharapkan dapat memangkas kesenjangan digital di kawasan 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) Indonesia secara signifikan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait