Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

Menilik 3 Dekade Transformasi Gaya Hidup Digital di Indonesia

Transformasi digital Indonesia selama tiga dekade (1996-2026) mengubah ponsel dari alat komunikasi sederhana menjadi pusat aktivitas sosial, ekonomi, dan hiburan. Data APJII 2026 menunjukkan penetrasi internet mencapai 81,72% dari total populasi dengan 235,26 juta pengguna. Ekonomi digital Indonesia pun berkembang pesat, dengan estimasi nilai transaksi bruto (GMV) mendekati USD 100 miliar pada 2025, dipimpin oleh sektor e-commerce.

PT Erajaya Swasembada Tbk menjadi representasi adaptasi industri ritel dalam perubahan ini. Dari perusahaan kecil dengan 5 karyawan pada 1996, Erajaya kini mengoperasikan lebih dari 2.400 gerai dan menerapkan strategi omni-channel (O2O). Perusahaan ini mendiversifikasi portofolionya ke sektor gaya hidup, kecantikan, dan makanan, serta mencatat penjualan bersih Rp 76,6 triliun pada 2025, membuktikan bahwa toko fisik tetap relevan sebagai pusat pengalaman konsumen di era digital.

Berita terkait