Menilik 3 Dekade Transformasi Gaya Hidup Digital di Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Transformasi digital Indonesia selama tiga dekade (1996-2026) mengubah ponsel dari alat komunikasi sederhana menjadi pusat aktivitas sosial, ekonomi, dan hiburan. Data APJII 2026 menunjukkan penetrasi internet mencapai 81,72% dari total populasi dengan 235,26 juta pengguna. Ekonomi digital Indonesia pun berkembang pesat, dengan estimasi nilai transaksi bruto (GMV) mendekati USD 100 miliar pada 2025, dipimpin oleh sektor e-commerce.
PT Erajaya Swasembada Tbk menjadi representasi adaptasi industri ritel dalam perubahan ini. Dari perusahaan kecil dengan 5 karyawan pada 1996, Erajaya kini mengoperasikan lebih dari 2.400 gerai dan menerapkan strategi omni-channel (O2O). Perusahaan ini mendiversifikasi portofolionya ke sektor gaya hidup, kecantikan, dan makanan, serta mencatat penjualan bersih Rp 76,6 triliun pada 2025, membuktikan bahwa toko fisik tetap relevan sebagai pusat pengalaman konsumen di era digital.
Bagikan
Berita terkait
Investasi Lebih Cerdas, Bukan Lebih Banyak: Meninjau Kembali Investasi IT di Era Ekonomi Digital Indonesia
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 19.00
Komdigi Rombak Ulang Infrastruktur Digital Indonesia, Patok 9 Juta Talenta
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 20.56
Komdigi Yakin RI Bisa Jadi Raksasa Ekonomi Digital 2040
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 13.45
Airlangga: Penguatan AI hingga data center fondasi ekonomi digital RI
ANTARA News · 27 Agustus 2026 pukul 10.26