Merger dengan Perusahaan AI, GoPro Selamat Dari Kebangkrutan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

GoPro, produsen action camera legendaris, berhasil menyelamatkan bisnisnya dari ancaman kebangkrutan dan delisting Nasdaq melalui merger senilai USD 285 juta (Rp 4,3 triliun) dengan Starman Optical, startup optical-photonics asal New Jersey yang fokus pada transceiver optik untuk data center AI. Kesepakatan ini datang di saat krusial setelah GoPro kesulitan bersaing dengan DJI dan Insta360, sekaligus ditambahkan tekanan harga komponen memori global yang menyebabkan peringatan dari auditor independen. Akibatnya, saham GoPro jatuh 60% dari USD 1,73 pada Mei 2026 ke USD 0,60 pada Agustus 2026, di bawah batas minimum Nasdaq. Sebelum pengumuman merger, saham GoPro mengalami sedikit kenaikan setelah YouTuber Mark "Markiplier" Fischbach membeli 8,5% saham dan menjadi pemegang saham terbesar. Dalam laporan keuangan Q2 2026, GoPro mencatatkan pendapatan USD 105 juta, turun 31% secara tahunan, dengan pengiriman kamera hanya 291.000 unit (turun 38%) dan kerugian bersih non-GAAP mencapai USD 36 juta.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 2 September 2026 pukul 18.30
Diakuisisi Starman, GoPro Bidik Sektor Pertahanan dan Antariksa
Berita terkait
SoalMerger BUMN Karya, Kabar Terbaru dari Manajemen ADHI
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 11.45
Soal Merger BUMN Karya, Kabar Terbaru dari Manajemen ADHI
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 11.45
Merger ADHI-PTPP Ditargetkan Selesai Akhir Tahun
Detik.com · 4 September 2026 pukul 11.41
Summit Oto Finance Resmi Merger dengan Oto Multiartha, Intip Kinerja Keuangannya
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 19.15