Microsoft Janjikan Windows 11 Tetap Ngacir di RAM 8GB
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Microsoft mengumumkan pada IFA 2026 bahwa Windows 11 akan tetap berjalan lancar pada perangkat dengan RAM 8GB, sekaligus berjanji mempercepat waktu booting dan meningkatkan respons Windows Hello (pemindai wajah dan sidik jari). Corporate Vice President Windows & Devices Microsoft, Mark Linton, menyatakan bahwa peningkatan ini didasarkan pada pembenahan mendalam pada fondasi sistem operasi, termasuk penggantian aplikasi berbasis web wrapper yang boros sumber daya dengan aplikasi native. Pembaruan ini bertindih pada komitmen Microsoft sejak Maret 2026 untuk memangkas konsumsi memori, mempercepat File Explorer, dan meningkatkan navigasi menu Start dan pencarian.
Beberapa perbaikan telah mulai diterapkan, seperti kustomisasi taskbar dan menu Start, opsi nonaktifkan integrasi pencarian web, serta Low Latency Profile untuk peluncuran aplikasi yang lebih cepat. Namun, klaim Microsoft tentang kinerja RAM 8GB mendapat skeptisisme dari komunitas teknologi. Pengujian pada Juli 2026 menunjukkan bahwa perangkat Surface dengan RAM 8GB sering mengalami kendala saat video call di Microsoft Teams dan freeze saat membuka Google Docs.
Masalah keandalan pembaruan juga masih menjadi tantangan. Pembaruan Windows 11 pada Agustus 2026 sempat menyebabkan crash pada beberapa game dan reboot mendadak. Secara internal, Microsoft menargetkan agar layar Start muncul dalam kurang dari 15 detik di luar proses BIOS, meskipun Linton belum merilis angka pasti dari peningkatan waktu booting yang berhasil dipangkas.
Bagikan
Berita terkait
Project Zenith Bawa Windows 11 Baru, Bikin Kerja Coding Lebih Lancar
JawaPos · 5 September 2026 pukul 06.30
Microsoft Selidiki Update Windows 11 yang Bikin Game Crash
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 15.07
Microsoft Fokus Optimalkan Windows 11 untuk PC dengan RAM 8GB
SINDOnews · 9 Agustus 2026 pukul 15.16
Acer Rilis Swift Blade 14 & Swift Air 16: Laptop Super Ringan 799 Gram
Detik.com · 8 September 2026 pukul 10.47