Misi NASA Selamatkan Teleskop yang Akan Jatuh ke Bumi Terancam Gagal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

NASA meluncurkan misi penyelamatan teleskop luar angkasa Neil Gehrels Swift Observatory pada awal Juli 2026 menggunakan pesawat antariksa bernama LINK, yang dirancang oleh perusahaan Katalyst Space. LINK dirancang untuk mendekati Swift, menariknya ke orbit tinggi agar teleskop tersebut dapat beroperasi lagi. Teleskop Swift mengalami penurunan posisi lebih cepat dari perkiraan karena peningkatan aktivitas Matahari yang meningkatkan tarikan atmosfer.
Misi ini terancam gagal karena LINK mengalami masalah kendali ketinggian. Wahana tersebut terus berputar tak terkendali dan kesulitan menjaga orientasinya di orbit, sehingga komunikasi dengan pusat kendali di Bumi terganggu. Dua dari tiga roda reaksi LINK yang berfungsi mengontrol orientasi saat ini tidak dapat dioperasikan, serta beberapa fungsi sistem pendorong gas juga hilang.
Tim NASA dan Katalyst masih dapat berkomunikasi dengan LINK dan berencana menggunakan pendorong propulsi listrik untuk menghentikan putaran wahana. Setelah itu, tim akan mengatur ulang navigasi sebelum memutuskan apakah misi penyelamatan masih bisa dilakukan. Katalyst menyatakan tetap optimis bahwa LINK memiliki jalur yang layak untuk menemui Swift. Jika tidak ada intervensi, teleskop Swift diperkirakan akan jatuh dan terbakar di atmosfer pada tahun ini.
Bagikan
Berita terkait
NASA akan Luncurkan Teleskop Canggih Baru, Ini Fungsinya
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 17.15
Roket SpaceX Seberat 4 Ton Akhirnya Menghantam Bulan, Bahayakan Bumi?
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 07.15
Perjalanan Tercepat Manusia yang Pernah Tercatat, 39.937 Km/Jam
Detik.com · 1 Agustus 2026 pukul 22.08
Toilet Rp 416 M di Stasiun Luar Angkasa Ubah Pipis Jadi Air Minum
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 10.45