Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Mobil China Tak Laku, Ramai-Ramai Pindah ke Mesin Uang Baru

Produsen kendaraan listrik (EV) China sedang beralih fokus ke pengembangan robot humanoid akibat perlambatan pertumbuhan pasar mobil listrik domestik dan persaingan yang semakin ketat. Menurut data Asosiasi Produsen Mobil China yang dikutip Counterpoint Research, rata-rata margin keuntungan industri manufaktur kendaraan di China hanya mencapai 1,5% pada paruh pertama 2026. Para produsen berupaya mengubah narasi valuasi modal dan memperkuat citra sebagai perusahaan teknologi dengan menciptakan sumber pertumbuhan baru melalui robotika.

Beberapa perusahaan besar telah mengambil langkah konkret dalam diversifikasi ini. Xpeng baru-baru ini berhasil mengumpulkan dana sebesar US$900 juta (Rp15,77 triliun) untuk bisnis robotikanya, memberikan valuasi lebih dari US$6,3 miliar (Rp110,42 triliun). Pendanaan ini hampir setara dengan estimasi nilai bisnis EV perusahaan yang diperkirakan US$6,5 miliar (Rp113,91 triliun). Xpeng memanfaatkan sekitar 85% komponen motor, cip, dan perangkat lunak kemudi cerdas yang sudah ada untuk pengembangan robot humanoidnya.

Xpeng berencana memulai produksi massal robot humanoid pada akhir 2026, dengan penggunaan pertama di gerai dan fasilitas bisnisnya sendiri sebelum diperkenalkan lebih luas di China dan luar negeri pada 2027. Xiaomi juga telah menguji robot humanoid di pabriknya tahun ini, sementara divisi investasi Nio telah menanamkan modal dalam beberapa startup robotika seperti LimX Dynamics dan Acorn Robot. Meskipun prospeknya besar, komersialisasi robot humanoid masih menghadapi ketidakpastian, terutama terkait adaptasi algoritma dan perangkat lunak dari sistem kemudi cerdas ke robot humanoid yang jauh lebih kompleks.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait