Modus Penipuan AI Baru Muncul di Google Maps, Tandanya Mudah DIkenali
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penipu kini memanfaatkan Google Maps dengan mengunggah gambar buatan AI yang berisi nomor telepon palsu ke halaman profil bisnis. Gambar-gambar ini dirancang agar tampak seperti informasi resmi, sehingga pengguna yang melihatnya akan menghubungi pelaku penipuan ketika ingin menelepon tempat usaha. Para pelaku membuat gambar yang meniru tampilan informasi bisnis asli, lalu memasukkannya ke galeri foto tempat usaha yang sebenarnya. Saat pengguna menelepon nomor di gambar, yang menjawab justru penipu yang kemudian meminta data pribadi, uang muka, atau biaya palsu.
Sistem Google Maps memungkinkan siapa saja mengunggah foto ke halaman tempat usaha, dan selama gambar tidak dilaporkan melanggar aturan, gambar tersebut dapat dilihat oleh publik. Laporan menunjukkan lebih dari 150 gambar mencurigakan telah teridentifikasi di Amerika Serikat, dan pola penipuan serupa dikhawatirkan menyebar ke negara lain termasuk Indonesia. Para ahli keamanan mendorong pengguna untuk selalu memverifikasi nomor kontak sebelum menghubungi, karena informasi yang tampak di peta tidak selalu akurat.
FBI juga mengeluarkan peringatan terkait penyalahgunaan kecerdasan buatan dalam penipuan berbasis telepon. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melakukan pengecekan tambahan sebelum menghubungi nomor yang ditemukan di Google Maps, guna mencegah kehilangan uang, penyalahgunaan data pribadi, hingga kerusakan nama baik usaha asli.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 27 September 2026 pukul 14.15
Waspada! Penipu Pasang Gambar AI dan Kontak Palsu di Google Maps
Berita terkait
FBI Dijebol Hacker Kelas Kakap, Rahasia Besar Amerika Bocor
CNBC Indonesia · 27 September 2026 pukul 12.00
Hacker Bobol Situs Resmi FBI, Curi Data-data Sensitif
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 15.00
Rahasia Besar FBI Bocor di Internet, Ungkap Fakta Mengejutkan
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 19.10
Agen AI OpenAI Retas Situs Kesehatan Pemerintah Australia: PM Albanese Geram
kumparan · 24 September 2026 pukul 13.31