Modus Penipuan Baru Incar Pegawai Kantoran, Rekening Langsung Ludes
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Modus penipuan baru menargetkan pegawai kantoran, terutama mereka yang bekerja di unit keuangan. Pelaku berpura-pura menjadi bos atau CEO perusahaan, atau yang disebut bos scam, melalui email, WhatsApp, Microsoft Teams, dan media sosial lainnya. Karyawan diminta mengirimkan uang ke rekening milik pelaku. Kejahatan ini memicu regulator pasar India, Badan Pengawas Sekuritas dan Bursa (SEBI), untuk mengingatkan agar tidak mengirim uang hanya bermodal instruksi dari platform digital.
Selain itu, pelaku juga mengirimkan malware berbahaya. Bahkan, file yang dibuka akan membajak WhatsApp Web hingga membahayakan perangkat korban. Dengan cara ini, pelaku mendapatkan akses ke akun WhatsApp petugas keuangan. SEBI menyebut pelaku kemudian menghubungi karyawan akuntansi atau keuangan dan meminta mereka melakukan pembayaran segera ke rekening bank perantara yang ditentukan.
Penipuan ini disebut dapat membuat rekening pegawai langsung ludes. SEBI menekankan kewaspadaan terhadap instruksi pembayaran yang hanya datang dari media sosial dan terhadap file mencurigakan. Artikel tidak mencantumkan jumlah korban maupun total kerugian.
Bagikan
Berita terkait
Delapan Strategi Pemerintah Percepat Pemulihan Pascagempa M7,7 di NTT
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 13.45
Anak Wali Kota Ini Jadi Buronan Paling Dicari FBI, Terlibat Penipuan Rp11,5 Triliun
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 12.13
Anwar Ibrahim Buka-bukaan Korban Gibran, Rp 880 Miliar Lenyap Seketika
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 11.30
Waspada Penipuan Undian Berhadiah BNI HUT ke-81 RI, Ini Kata Manajemen
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 11.26