Negara-Negara Kaya Terancam, Intelijen Dunia Satukan Kekuatan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Amerika Serikat dan negara sekutunya memperingatkan aksi peretasan oleh kelompok hacker Rusia bernama Laundry Bear. Mereka mencuri email pengguna layanan Zimbra melalui 'half-click exploit', yaitu celah keamanan pada perangkat lunak Zimbra yang memungkinkan pengambilalihan sistem hanya dengan membuka email, tanpa perlu interaksi pengguna. Peringatan keamanan setebal 31 halaman diterbitkan oleh badan intelijen dan kepolisian dari AS, Belanda, Kanada, Inggris, Australia, dan beberapa negara Eropa lainnya, yang menuding kelompok ini didukung pemerintah Rusia.
Kampanye peretasan awalnya menyasar Ukraina secara besar-besaran sebelum menargetkan pengguna di AS dan negara-negara anggota NATO. Menteri Keamanan Inggris, Dan Jarvis, menyatakan kekhawatiran karena para pelaku menguji metode mereka pada korban di Ukraina. Laundry Bear dikaitkan dengan perusahaan keamanan siber Rusia, Yutek-NN, yang wakil direkturnya, Denis Obrezko, menghadapi dakwaan di AS setelah penangkapannya di Thailand. Rusia dan Yutek-NN belum memberikan komentar, sementara Moskow biasanya membantah keterlibatan dalam aktivitas peretasan. Insiden ini merupakan bagian dari pola mata-mata siber Rusia yang rutin menargetkan layanan email, termasuk serangan sebelumnya terhadap akun email jaksa dan penyidik di Ukraina.
Bagikan
Berita terkait
Ngeri! Rusia Latihan Lumpuhkan Kabel Bawah Laut, NATO Bertindak
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 21.10
Data Pegawainya Dibobol, Bos FBI Cuma Bisa Lempar Ancaman Kosong
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 10.15
Putin Warning NATO Eropa: Rusia Gunakan Semua Jenis Senjata Jika Kaliningrad Diserang
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 07.24
Eropa Memanas, Rusia Kirim Peringatan Keras ke NATO
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 20.30