Ngeri, Kelompok Hacker Korut Kembangkan AI Buat Tebar Malware
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kelompok hacker asal Korea Utara, Kimsuky, dikabarkan mengembangkan model kecerdasan buatan (AI) berbasis model bahasa besar (LLM) untuk mendukung serangan siber. Menurut laporan perusahaan keamanan siber Korea Selatan, Genians, kelompok ini telah mengumpulkan berbagai perangkat lunak seperti Ollama, GPT4All, dan Msty, serta teknologi pencarian dokumen bernama Retrieval-Augmented Generation (RAG). Perangkat-perangkat ini memungkinkan para peretas untuk memproses dokumen sensitif secara lokal tanpa perlu mengirim data ke layanan AI pihak eksternal.
Genians juga menemukan kerangka kerja pengembangan agen AI, software pengubah suara ke teks, dan Cursor, sebuah peralatan pemrogram berbasis AI, yang terhubung dengan infrastruktur serangan Kimsuky. Temuan ini menunjukkan bahwa kelompok ini tidak hanya menggunakan AI generatif untuk membuat umpan phishing, tetapi juga mulai mengintegrasikan model AI ke dalam pengembangan malware, analisis data, dan otomatisasi serangan. Selain itu, para peretas diduga telah menggunakan AI untuk membuat dokumen umpan bertema keuangan dan mata uang kripto yang meniru laporan investasi resmi.
Meskipun temuan ini belum diverifikasi secara independen, kelompok ini telah lama dikenal sebagai ancaman siber oleh otoritas AS dan Korea Selatan. Pada 2023, Departemen Keuangan AS telah men-sanksi Kimsuky dan menyebutnya sebagai kelompok peretas yang dikendalikan pemerintah Korea Utara untuk mengumpulkan informasi strategis bagi Pyongyang.
Bagikan
Berita terkait
Survei Ungkap Pengguna Mac Lebih Banyak Jadi Sasaran Serangan Siber
CNN Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 12.03
Tanaman Bercahaya Dikembangkan dengan AI, Ditargetkan Jadi Penerangan Taman
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 23.30
Alarm Bahaya! Bank-Bank Siaga Hadapi Petaka Besar
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 20.45
Jelang IPO, Pendapatan Anthropic Diproyeksi Capai Rp3.565 Triliun
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 16.54