OpenAI Terapkan Watermark pada Teks AI di Uni Eropa, Memenuhi Aturan EU AI Act
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

OpenAI menerapkan watermark tak kasatmata pada teks hasil ChatGPT dan Codex di Uni Eropa untuk mematuhi EU AI Act yang berlaku sejak 2 Agustus. Fitur ini mewajibkan konten AI dapat dikenali oleh sistem lain guna meningkatkan transparansi. Implementasi dilakukan secara bertahap untuk seluruh paket layanan di wilayah tersebut, sementara pengguna API global dapat mengaktifkannya secara opsional.
Teknologi ini menggunakan metode textGrain, hasil riset bersama University of Pennsylvania dan Yale, yang memodifikasi pilihan kata melalui kunci rahasia tanpa mengubah kinerja model atau terlihat oleh pembaca. Pola unik ini tetap melekat meskipun teks disalin dan ditempel, namun tidak dirancang untuk mengidentifikasi identitas pengguna.
Bagikan
Berita terkait
Fitur Baru ChatGPT Bisa Lacak Setiap Ketikan Pengguna, Apa Berbahaya?
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 18.00
ChatGPT Gratis Kini Dapat GPT-5.6 Luna dan Chat Tanpa Batas
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 09.45
OpenAI Hapus Batas Obrolan ChatGPT, Pengguna Gratis Bisa Akses GPT-5.6 Luna
JawaPos · 8 Agustus 2026 pukul 19.14
Wikimedia Kecolongan? Agen OpenAI Diduga Lakukan Penyuntingan Tanpa Izin
JawaPos · 6 Oktober 2026 pukul 14.15