Jakarta · Selasa, 15 September 2026Cari
WargaKonoha

Pakar Beberkan Analisis Gelombang Laut Hantam KM Virgo Transport 8

Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Widodo Setiyo Pranowo, mengungkapkan hasil analisis kondisi gelombang laut saat insiden KM Virgo Transport 8. Menurutnya, tinggi gelombang di lokasi kejadian mencapai 1,56 meter dengan periode sekitar enam detik, yang termasuk kategori sedang (1,25-2,50 meter). Sebanyak 96 persen gelombang berasal dari angin setempat, bukan swell dari wilayah jauh. Kecepatan angin permukaan diperkirakan 6,4-8,3 meter per detik (12-16 knot), berada pada skala Beaufort 4-5. Arah gelombang berasal dari tenggara-timur (122 derajat), sehingga mengenai kapal dari sisi atau beam seas, menyebabkan gerakan oleng berulang. Analisis dinamika kapal menunjukkan periode gelombang (5,66-6,47 detik) jauh lebih pendek dari periode alami oleng kapal (11-18 detik), sehingga tidak terjadi resonansi. Kemiringan kapal diperkirakan 5,9 derajat secara umum dan 11,2-11,9 derajat pada gelombang tertinggi, masih di bawah ambang 25 derajat yang menandakan masuknya air melalui bukaan geladak.

Berita terkait