Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Pakar IPB Ungkap Dampak Kelangkaan Beras 5 Kg pada Perilaku Konsumen

Dalam beberapa hari terakhir, beras premium kemasan 5 kg dilaporkan mulai sulah ditemukan di sejumlah tempat, sehingga memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat. Guru Besar Perilaku Konsumen IPB University, Prof Megawati Simanjuntak, menjelaskan bahwa kelangkaan semacam ini dapat memengaruhi keputusan belanja konsumen. Ketika suatu produk mulai langka, konsumen cenderung merasa perlu segera membeli atau menyetok lebih banyak sebelum benar-benar habis.

Menurut Prof Megawati, kemasan 5 kg populer karena sesuai dengan kebutuhan rumah tangga sehari-hari dan harganya relatif terjangkau. Namun, ketika kemasan ini sulit ditemukan, konsumen tidak selalu merespons dengan panik. Sebagian dapat beralih ke ukuran lain seperti 10 kg dari merek yang sama, atau memilih alternatif lain seperti beras SPHP dari Bulog yang lebih murah.

Prof Megawati menekankan bahwa kondisi ini tidak berarti persediaan beras nasional habis atau kekurangan. Masalahnya mungkin terkait biaya produksi atau distribusi. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak panik atau ikut-ikutan menimbun beras, dan hanya membeli sesuai kebutuhan. Pemerintah juga perlu menyampaikan informasi yang jelas mengenai ketersediaan dan harga beras agar konsumen tidak membuat keputusan berdasarkan rumor.

Berita terkait