Pakar Prediksi Awal Ramadan 2027 di Indonesia Kompak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkirakan awal Ramadan 2027 di Indonesia jatuh pada 8 Februari 2027, berdasarkan perhitungan astronomi yang memenuhi tiga kriteria kalender Hijriah: MABIMS, Turki/KHGT, dan Ummul Quro Arab Saudi. Peneliti BRIN Thomas Djamaluddin menyatakan bahwa pada maghrib 7 Februari 2027, kondisi hilal telah memenuhi seluruh kriteria tersebut, sehingga 1 Ramadan 1448 H ditetapkan pada 8 Februari 2027. Kalender KHGT Muhammadiyah juga mencantumkan tanggal yang sama.
Namun, prediksi ini masih bersifat perhitungan dan belum menjadi penetapan resmi pemerintah. Praktik rukyat atau pengamatan langsung hilal di Indonesia dan Arab Saudi tetap dapat menghasilkan keputusan yang berbeda. Kriteria MABIMS mensyaratkan tinggi bulan minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat, sementara kriteria Turki menuntut tinggi bulan minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat.
Berbeda dengan keseragaman awal Ramadan, perhitungan untuk 1 Syawal 1448 H menunjukkan perbedaan. Berdasarkan kriteria MABIMS, 1 Syawal jatuh pada 10 Maret 2027, sementara kriteria Turki/KHGT dan Ummul Quro menunjukkan 9 Maret 2027. Hal ini berarti peluang terjadi perbedaan satu hari antara penetapan Idul Fitri di berbagai wilayah.
Bagikan
Berita terkait
Muhammadiyah Tetapkan Puasa Ramadan 2027 Mulai 8 Februari
Liputan6.com · 20 September 2026 pukul 20.17
Muhammadiyah Tetapkan Ramadan dan Idul Fitri 2027, Ini Tanggalnya
Detik.com · 20 September 2026 pukul 11.30
BRIN Kembangkan Sepatu Murah untuk Siswa Tak Mampu, Siap Masuk Pasar Desember
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 17.30
Prabowo Panggil Menteri hingga Kepala Lembaga ke Istana
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 15.56