Jakarta · Rabu, 23 September 2026Cari
WargaKonoha

Pakar Prediksi Awal Ramadan 2027 di Indonesia Kompak

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkirakan awal Ramadan 2027 di Indonesia jatuh pada 8 Februari 2027, berdasarkan perhitungan astronomi yang memenuhi tiga kriteria kalender Hijriah: MABIMS, Turki/KHGT, dan Ummul Quro Arab Saudi. Peneliti BRIN Thomas Djamaluddin menyatakan bahwa pada maghrib 7 Februari 2027, kondisi hilal telah memenuhi seluruh kriteria tersebut, sehingga 1 Ramadan 1448 H ditetapkan pada 8 Februari 2027. Kalender KHGT Muhammadiyah juga mencantumkan tanggal yang sama.

Namun, prediksi ini masih bersifat perhitungan dan belum menjadi penetapan resmi pemerintah. Praktik rukyat atau pengamatan langsung hilal di Indonesia dan Arab Saudi tetap dapat menghasilkan keputusan yang berbeda. Kriteria MABIMS mensyaratkan tinggi bulan minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat, sementara kriteria Turki menuntut tinggi bulan minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat.

Berbeda dengan keseragaman awal Ramadan, perhitungan untuk 1 Syawal 1448 H menunjukkan perbedaan. Berdasarkan kriteria MABIMS, 1 Syawal jatuh pada 10 Maret 2027, sementara kriteria Turki/KHGT dan Ummul Quro menunjukkan 9 Maret 2027. Hal ini berarti peluang terjadi perbedaan satu hari antara penetapan Idul Fitri di berbagai wilayah.

Berita terkait