Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pakar Ungkap Penyebab Malam Lebih Dingin Saat Kemarau

Fenomena malam lebih dingin saat musim kemarau, dikenal sebagai bediding, terjadi di sejumlah wilayah Indonesia terutama Pulau Jawa. Pakar dari IPB University, Givo Alsepan, menjelaskan bahwa bediding adalah fenomena atmosfer normal yang terjadi setiap tahun pada Juni hingga September, bukan akibat langsung perubahan iklim. Penyebabnya adalah pendinginan radiasi yang efektif karena langit cerah dan minim tutupan awan, serta udara kering yang membuat panas permukaan bumi lebih mudah lepas ke atmosfer. Faktor lain adalah angin monsun Australia yang membawa massa udara sejuk dan kering, terutama ke wilayah selatan khatulistiwa seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Perkembangan El Nino berpotensi memperkuat kondisi kemarau dan meningkatkan peluang bediding. Fenomena ini diperkirakan berlangsung hingga puncak kemarau akhir Juli hingga Agustus, bahkan awal September di beberapa daerah. Masyarakat diimbau menjaga kesehatan, terutama anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan, serta mewaspadai kebakaran hutan dan lahan.

Berita terkait