Pakar Ungkap Penyebab Malam Lebih Dingin Saat Kemarau
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Fenomena malam lebih dingin saat musim kemarau, dikenal sebagai bediding, terjadi di sejumlah wilayah Indonesia terutama Pulau Jawa. Pakar dari IPB University, Givo Alsepan, menjelaskan bahwa bediding adalah fenomena atmosfer normal yang terjadi setiap tahun pada Juni hingga September, bukan akibat langsung perubahan iklim. Penyebabnya adalah pendinginan radiasi yang efektif karena langit cerah dan minim tutupan awan, serta udara kering yang membuat panas permukaan bumi lebih mudah lepas ke atmosfer. Faktor lain adalah angin monsun Australia yang membawa massa udara sejuk dan kering, terutama ke wilayah selatan khatulistiwa seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Perkembangan El Nino berpotensi memperkuat kondisi kemarau dan meningkatkan peluang bediding. Fenomena ini diperkirakan berlangsung hingga puncak kemarau akhir Juli hingga Agustus, bahkan awal September di beberapa daerah. Masyarakat diimbau menjaga kesehatan, terutama anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan, serta mewaspadai kebakaran hutan dan lahan.
Bagikan
Berita terkait
BMKG Beri Peringatan Daerah Potensi Kekeringan Parah Agustus 2026
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 14.16
Pantas Panas Mendidih, BMKG Konfirmasi El Nino Saat Ini Sangat Kuat
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 11.55
Pramono Anung Setuju Modifikasi Cuaca di Jakarta 1-2 Kali Seminggu
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 15.00
Hujan Buatan Jadi Harapan saat Kemarau Berkepanjangan
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 21.13